AQL Wakafkan Alquran dan Sedekah Pakaian untuk Korban Longsor Sukajaya

Ahmad Islamy Jamil ยท Selasa, 14 Januari 2020 - 08:22 WIB
AQL Wakafkan Alquran dan Sedekah Pakaian untuk Korban Longsor Sukajaya

Wakaf Alquran AQL Islamic Center kepada korban longsor di Desa Pasir Madang, Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (13/1/2020). (Foto-foto: Istimewa)

BOGOR, iNews.id – Senin (13/1/2020) kemarin, tepat hari ke-13 setelah terjadinya bencana longsor awal tahun di Desa Pasir Madang, Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Beberapa lembaga pendidikan di kawasan itu, termasuk pesantren, ikut merasakan musibah tersebut.

Salah satu pesantren yang terkena dampak longsor itu adalah Imadul Balaghah di Desa Pasir Madang. AQL Islamic Center dengan program wakaf sejuta Alquran, turut hadir dan menjumpai korban di pengungsian yang ada di sana.

“Untuk saat ini, santri-santri kami sedang diliburkan karena rumah-rumah mereka juga terkena longsor. Awalnya saya mengira longsor yang terjadi pada 1 Januari lalu hanya di pesantren, rupanya desa-desa sekitar juga menjadi korban,” ucap Pimpinan Pesantren Imadul Balaghah, KH Adi Hasanuddin, di Bogor, Senin (13/1/2020).

Sang kiai yang juga menjabat ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sukajaya, Bogor itu sangat berduka lantaran kampungnya, yaitu Desa Gunung Kembang, juga terkena longsor. Ada sekitar 26 rumah yang rusak parah termasuk rumah keluarga Adi.

Hingga sore kemarin, jalanan di Desa Pasir Madang masih cukup licin untuk dilintasi. Meski pemandangan pegunungan di sana begitu indah dan hijau, tampak banyak sekali titik-titik longsor. Ada juga beberapa petugas PLN yang sedang memperbaiki kabel-kabel.

Namun, keberkahan hadir saat rombongan relawan AQL Peduli dan Laznas AQL bekerja sama dengan Masjid Fatahillah Tanah Abang (Jakarta Pusat) tiba di lokasi pengungsian korban longsor di Desa Pasir Madang.

Total pengungsi di desa itu sekitar 300 orang dari 90 kepala keluarga (KK). Mereka berasal dari beberapa dusun, di antaranya Dusun Cikesal. Senyum merekah terlihat dari wajah puluhan anak setelah mereka mendapatkan baju baru dari relawan. Pembagian sandang itu didahului dengan tilawah dan sambung ayat surah-surah pendek.

Seakan tak mau ketinggalan dengan anak-anak, ibu-ibu pun berkumpul ramai memilih pakaian baru yang dibagikan, berupa jilbab, gamis dan pakaian dalam juga sembako.

“Mari bergerak untuk saling membantu dan meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena bencana. Doa dan bantuan kita sangat berarti bagi saudara kita yang terdampak bencana.”

Editor : Ahmad Islamy Jamil