Banjir Kepung Kabupaten Bekasi: 41 Desa Terendam, 5.344 Warga Mengungsi
Seiring meluasnya dampak banjir, BPBD Kabupaten Bekasi telah membuka 20 titik pengungsian yang tersebar di sejumlah wilayah terdampak. Lokasi pengungsian memanfaatkan berbagai fasilitas, mulai dari masjid, aula kantor desa, sekolah, musala, pondok pesantren, hingga rumah warga.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dodi Supriyadi, menyebut hingga Sabtu (17/1/2026) malam, pengungsian tersebar di 10 desa pada 7 kecamatan, yakni Babelan, Tambun Utara, Cibitung, Sukawangi, Sukakarya, Cikarang Utara, dan Kedungwaringin.
“Cibitung menjadi wilayah dengan titik pengungsian terbanyak. Sementara di Babelan, warga mengungsi di Masjid Al Maghfur, Desa Babelan Kota. Di Tambun Utara, pengungsian terpusat di Perumahan Green Avenue Desa Srijamur dan Pondok Pesantren Nahdatul Watan Desa Srijamukti,” jelas Dodi.
BPBD Kabupaten Bekasi bersama unsur terkait terus melakukan penanganan darurat, mulai dari evakuasi warga, pendirian tenda pengungsian, distribusi logistik dan kebutuhan dasar, hingga pendataan serta asesmen dampak bencana.
“Penanganan dilakukan secara terpadu bersama TNI, Polri, PMI, pemerintah kecamatan dan desa, Destana, serta relawan kebencanaan,” ujarnya.
Dodi juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan kemungkinan banjir susulan. Warga diminta segera mengungsi ke lokasi aman apabila debit air terus meningkat serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Editor: Rizky Agustian