BATAN Bersihkan Daerah Terpapar Radiasi Nuklir di Depan Kompleks Perumahan Serpong

Wildan Catra Mulia ยท Sabtu, 15 Februari 2020 - 12:56 WIB
BATAN Bersihkan Daerah Terpapar Radiasi Nuklir di Depan Kompleks Perumahan Serpong

Lokasi ditemukannya paparan tinggi radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (14/2/2020). (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) membersihkan area yang terpapar radiasi di depan Kompleks Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Minggu (15/2/2020). Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) menyatakan, radiasi di wilayah tersebut di atas ambang batas.

Kepala Biro Hukum Humas dan Kerja Sama BATAN Heru Umbara mengatakan, Bapeten meminta kepada BATAN untuk membantu proses pembersihan dan analisis material penyebab tingginya paparan radiasi.

Menurutnya, upaya pembersihan yang dilakukan BATAN dengan mengambil sumber pemapar yang memancarkan radiasi di atas ambang dan mengambil seluruh vegetasi serta tanah untuk dilakukan pengujian.

"Dari hasil clean up (pembersihan) itu, bahan penyebab paparan radiasi telah ditemukan bercampur dengan tanah. Temuan itu saat ini sedang dianalisis di laboratorium BATAN," ujar Heru di lokasi terpaparnya radiasi, Sabtu (15/2/2020).

Dia menuturkan, pembersihan ini merupakan upaya pertama yang dilakukan untuk menyelamatkan masyarakat dan lingkungan dari paparan radiasi. Dari pembersihan tersebut didapatkan vegetasi dan tanah yang dimasukkan ke dalam drum berkapasitas 100 liter sebanyak 52 drum.

Setelah dilakukan proses pembersihan, didapatkan penurunan paparan radiasi sebesar 30% dari 149 mikro sivet per jam. Pengecekan terkahir dilakukan pada Sabtu dini hari 98,9 mikrosivet per jam.

"Proses clean up ini akan terus dilanjutkan sampai area tersebut benar-benar bersih dan tidak membahayakan bagi warga dan lingkungan," ucapnya.

Dia menjelaskan, proses pembersihan diperkirakan hingga 20 hari sejak 12 Februari 2020. Saat ini sedang dipersiapkan upaya pengecekan whole body counting kepada warga, untuk mengetahui dampak kontaminasi.

Masyarakat diimbau tidak perlu panik terhadap kejadian ini karena telah ditangani oleh pihak yang berkompeten. "Warga diharapkan melakukan aktivitas seperti biasa saja, asal tidak masuk ke dalam area yang sudah diberi tanda terkontaminasi," katanya.


Editor : Kurnia Illahi