Berpakaian Dinas, Anies Jajal Jalur Sepeda dari Velodrome ke Balai Kota

Wildan Catra Mulia ยท Jumat, 20 September 2019 - 11:29 WIB
Berpakaian Dinas, Anies Jajal Jalur Sepeda dari Velodrome ke Balai Kota

Gubernur Anies Baswedan menjajal jalur sepeda fase pertama mulai dari kawasan Velodrome, Jakarta Timur, sampai ke Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (20/9/2019). (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, pagi tadi melalukan uji coba jalur sepeda fase pertama mulai dari kawasan Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, sampai ke kantornya di Balai Kota, Jakarta Pusat. Pantauan iNews.id, Anies bersepeda dengan menggunakan pakaian dinas harian (PDH) warna putih dengan celana bahan berwarna gelap.

Dia juga menggunakan sepatu pantofel warna hitam. Secara keseluruhan, penampilan Anies layaknya pejabat kantor dengan busana formal yang lazimnya, bukan orang yang sedang berolahraga.

Mantan rektor Universitas Paramadina itu mulai mengayuh sepeda dari Jalan Pemuda, Jakarta Timur, menuju Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pukul 07.00 WIB. Jalur-jalur yang dilalui Anies beserta rombongan adalah jalan yang terdampak kebijakan perluasan ganjil-genap.

Anies menuturkan, di jalur tersebut nanti juga diberi pembatas marka jalan untuk memastikan keamanan para pesepeda yang melintas. “Fase pertama sebanyak 25 km diutamakan dijalur-jalur yang kena kebijakan ganjil genap. Jadi tadi pagi dari Rawamangun Velodrome sampai ke Balai Kota di jalur yang ganjil genap kami siapkan jalur sepeda dan juga ada pembatasnya, sehingga pesepeda terlindungi,” katanya saat tiba di Balai Kota Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Dia menjelaskan, sepeda bisa menjadi alat transportasi baru tanpa perlu membawa banyak perlengkapan. Untuk bersepeda, kata dia, yang terpenting harus selalu ada yaitu helm sebagai pelindung kepala.

“Jadi, bersepeda itu tidak perlu menggunakan pakaian khusus, sepatu khusus, kacamata khusus, tapi yang penting ada sepedanya, gunakan pelindung kepala, lalu jalan. Jadi, mau ke tempat-tempat yang dekat rumah pakai sepeda daripada pakai motor. mau ke tempat yang mudah terjangkau pakai sepeda daripada motor,” ujarnya.

Bahkan, Anies mengklaim, bersepeda dari Velodrome sampai ke Balai Kota bisa lebih cepat daripada naik kendaraan bermotor. Itu sudah dia buktikan langsung begitu mengetahui bahwa rombongan yang menggunakan kendaraan bermotor lebih lama tiba di Balai Kota daripadanya yang menggunakan sepeda.

“Ini bukti bahwa sesungguhnya bersepeda dengan jarak yang memang terukur itu lebih efisien di Jakarta. tadi jaraknya sekitar 16 kilo (km). 16 kilo itu pakai sepeda lebih cepat, mungkin sekitar 45 menit kami sudah sampai tadi,” tuturnya.

Adapun uji coba jalur sepeda di DKI Jakarta akan dibagi dalam tiga fase dengan waktu pelaksanaan yang berbeda-beda selama dua bulan penuh. Tujuh jalur akan diujicobakan dari 20 September 2019 hingga 19 November 2019 sepanjang hari. Rutenya sebagai berikut :

1. Jalan Medan Merdeka Selatan

2. Jalan M.H Thamrin

3. Jalan Imam Bonjol

4. Jalan Pangeran Diponegoro

5. Jalan Proklamasi

6. Jalan Pramuka

7. Jalan Pemuda

Fase 2 ada empat jalur yang akan diujicobakan dari 12 Oktober 2019 hingga 19 November 2019. Jalurnya sebagai berikut :

1. Jalan Jenderal Sudirman

2. Jalan Sisingamangaraja

3. Jalan Panglima Polim

4. Jalan RS Fatmawati Raya

Yang terakhir untuk fase 3 ada enam jalur yang diujicobakan dari 2 November hingga 19 November 2019. Jalurnya sebagai berikut :

1. Jalan Tomang Raya

2. Jalan Cideng Timur

3. Jalan Kebon Sirih

4. Jalan Matraman Raya

5. Jalan Jatinegara Barat

6. Jalan Jatinegara Timur


Editor : Ahmad Islamy Jamil