Bersembunyi di Bulukumba, Warga Sipil yang Terlibat Pembunuhan Babinsa Ditangkap

Miftahul Ghani ยท Kamis, 02 Juli 2020 - 21:53 WIB
Bersembunyi di Bulukumba, Warga Sipil yang Terlibat Pembunuhan Babinsa Ditangkap

Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi (foto: iNews/Miftahul Ghani)

JAKARTA, iNews.id - Polres Jakarta Barat menangkap satu warga sipil yang ikut terlibat dalam pembunuhan Babinsa di Hotel Mercure, Tambora, Jakarta Barat. Pelaku berinisial R, ditangkap usai bersembunyi di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Usai ditangkap dari persembunyiannya, pelaku dibawa lewat Bandara Soekarno-Hatta lalu diperiksa di Polres Jakarta Barat. Polisi belum merinci keterlibatan pelaku.

"Kami dari Polres Metro Jakarta Barat melakukan penangkapan atas nama R. Pelaku yang ikut terlibat melakukan pembunuhan seorang babinsa di Hotel Mercure 22 Juni," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi, Kamis (2/7/2020).

Arsya mengatakan dalam penangkapan tersebut pihaknya mendapat bantuan dari Remod Polda Sulawesi Selatan. "Dia ditangkap saat sedang bersembunyi di Bulukumba," katanya.

Sebelumnya, (Puspom) TNI telah memeriksa oknum prajurit Marinir TNI AL yang menusuk Serda Saputra, anggota Babinsa Pekojan, Tambora, Kodim 05/03 Jakarta Barat. Tersangka merupakan perwira pertama berpangkat letnan dua.

Danpuspom TNI Mayjen Eddy Rate Muis menuturkan, peristiwa terjadi pada Senin (22/6/2020) dini hari. Pelaku, Letda (Mar) RW pada mulanya ingin menemui perempuan yang dikenalnya melalui media sosial (medsos) di sebuah hotel, kawasan Tambora.

“Saat tiba di lokasi, tersangka Letda RW dalam pengaruh alcohol, dapat dikatakan setengah mabuk. Tersangka datang untuk menemui perempuan yang disebutnya pacar," kata Eddy di Mako Puspomal, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (1/7/2020).

Eddy menjelaskan, hotel tersebut merupakan tempat penginapan yang ditunjuk sebagai tempat karantina pasien virus corona (Covid-19). Karena menjadi tempat karantina, tidak boleh sembarang orang masuk.

Tamu hanya boleh orang yang telah diperiksa petugas jaga. Letda RW saat datang pun dicegat dan dilarang masuk. Terlebih ketika itu dini hari.

Namun karena pengaruh minuman keras, tersangka tetap memaksa masuk. Di sisi lain pihak keamanan hotel yang sedang berjaga bersikukuh melarang

Tidak terima atas larangan tersebut, tersangka murka. Dia pun menghardik yang menyebut dirinya anggota Marinir. Letda RW bahkan memuntahkan tembakan dua kali.

Pertama diarahkan ke gagang pintu hotel yang terkunci. Kedua, ke langit-langit hotel.

"Tersangka akhirnya bisa masuk lewat pintu belakang dan melakukan perusakan. Kemudian datanglah petugas dari Polsek dan Koramil. Petugas datang karena ada laporan dari security hotel," tutur Eddy.

Petugas koramil dimaksud yakni Serda Saputra yang merupakan Babinsa Pekojan. Saputra menemui di halaman depan hotel karena RW saat itu baru turun dari lantai 1.

Saputra pun menegur RW. Bukannya mereda, oknum Marinir itu semakin emosional. Dia pun mengeluarkan senjata tajam berupa badik dan mengancam. Saputra pun lari mencoba menghindar.

"Pada saat dikejar, karena korban usianya lebih tua dan larinya lebih lambat, ditusuk dari belakang. Korban jatuh dan ditusuk lagi dua kali dan langsung meninggal," tuturnya.

RW telah ditangkap dan menjalani pemeriksaan. Dalam kasus ini, Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan menemukan barang bukti satu butir proyektil peluru pistol.

Selain itu diamankan pula rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian dan beberapa properti hotel.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq