BOGOR, iNews.id - Wali Kota Bogor Bima Arya mengklaim kebijakan ganjil genap yang diberlakukan selama dua pekan berhasil menurunkan kasus harian covid-19. Dia menegaskan upaya menurunkan kasus covid-19 harus dimulai dengan membatasi kegiatan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan saat meninjau hari terakhir penerapan ganjil genap di Gerbang Tol Exit Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/2/2021). Menurut Bima, penurunan mobilitas warga cukup signifikan akibat kebijakan itu.
Iran Sebut Pesawat KC-135 Amerika Ditembak Jatuh Sistem Rudal, Tepis Klaim AS
"Berdasarkan laporan di lapangan, hari ini lebih landai lagi dibandingkan kemarin. Ini istimewa mengingat long weekend. Artinya dari segi mobilitas, kebijakan ganjil genap ini berhasil, pengurangan mobilitas ini berhasil. Tanggal 6 Februari 2021 kasusnya rekor ya, 187 (kasus harian covid-19). Pada 14 Februari 2021 kasus positifnya 109. Jadi, kita lihat ada angka yang terus menurun dari minggu lalu," katanya.
Sementara itu, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Bogor menunjukkan kasus harian covid-19 menurun 41,7 persen. Tren tersebut terlihat dari angka terkonfirmasi positif setiap harinya dari 6-14 Februari 2021 dengan perincian 187, 178, 175, 174, 165, 150, 129, 128 dan hari ini 109 orang.
Cegah Banjir di Bojongkulur Terulang, Bupati Bogor Janji Tambah Pompa Air
Bima menyatakan, penurunan kasus ini mungkin saja terjadi karena penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di tingkat RT/RW, selain karena ganjil genap.
“Makanya kita lihat juga data-data di wilayah itu. Jadi titik-titik yang diperketat itu apakah memang berkurang jumlah positifnya dari titik-titik itu," katanya.