Bima Arya Sebut Hanya 30 Persen Warga Bogor Disiplin Cuci Tangan
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor, Yane Ardian yang merupakan istri Bima Arya mengatakan peringatan CTPS ini digelar untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Menurutnya, langkah ini efektif dan terjangkau untuk mencegah timbulnya penyakit dari bakteri dan virus yang menempel di tangan.
“Kegiatan hari ini untuk mengingatkan kembali, bukan program baru bagi PKK. Karena cuci tangan pakai sabun dan dengan air mengalir ini merupakan salah satu indikator dari PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang merupakan program pokok PKK. Jadi PKK itu punya peran mensosialisasikan berbagai program, termasuk cuci tangan,” ucap Yane.
Yane menambahkan, masih ada masyarakat yang abai dan menganggap cuci tangan ini bukan merupakan suatu yang penting. Menurutnya masyarakat perlu menjadikan gerakan cuci tangan sebagai upaya melawan covid-19.
Yane pun mengingatkan tempat cuci tangan harus disedikan di setiap rumah dan tempat. Gerakan cuci tangan juga diharap mampu menghindarkan kelompok masyarakat rentan tertular covid-19.
“Sarana CTPS wajib ada di setiap rumah untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Kebiasaan ini harus dimulai dari anak usia dini. Jadi keterlibatan anak-anak di sini sebagai simbol ke arah sana. Untuk membiasakan mereka juga,” ujarnya.
Editor: Rizal Bomantama