Cerita Warga Munjul Buat Urban Farming, Kini Omzet Jutaan Tiap Bulan

Oktorizki Alpino · Minggu, 24 Oktober 2021 - 15:32:00 WIB
Cerita Warga Munjul Buat Urban Farming, Kini Omzet Jutaan Tiap Bulan
Urban Farming di Munjul Jaktim membuahkan hasil (Foto: Oktorizki)

JAKARTA, iNews.id - Jerih payah warga RW 06 Kelurahan Munjul, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur patut mendapat apresiasi tinggi lantaran berhasil menggarap kebun anggur di gang-gang permukiman atau lebih dikenal dengan urban farming. Kerja keras itu pun akhirnya membuahkan hasil. 

Anggur yang ditanam di gang-gang permukiman itu sudah dapat dipanen dan dijual guna meningkatkan kesejahteraan warga RW 06 Kelurahan Munjul.

Kendati demikian, Ketua RW 06, Iwan mengatakan, jauh sebelum panen. Anggur yang ditanam warga sempat mengalami kendala. Salah satunya karena kesalahan pola menanam. 

"Pernah coba nanam sendiri tapi salah SOP. Akhirnya kita ada kolaborasi dengan Komunitas Anggur Jakarta. Kita dipandu dan diberikan masukan sampai akhirnya dapat panen," ujarnya di Jakarta Timur, Minggu (24/10/2021).

Pembina Komunitas Anggur Jakarta (KAJ), Yatno menuturkan, kebun di RW 06, terdapat 30 varietas anggur, 20 di antaranya jenis Ukraina. Pemilihan Varietas bukan tanpa sebab, Varietas dipilih karena mampu beradaptasi dengan iklim di Indonesia dengan durasi tujuh hingga sembilan bulan agar anggur bisa dipanen.

"Ini swadaya masyarakat, yang dipimpin langsung oleh Ketua RW. Untuk bantuan pemerintah pengadaan pupuk, pembinaan-pembinaan. Seperti menanggulangi penyakit atau peracikan pupuk organik cair," tuturnya.

Anggur hasil panen warga RW 06 Kelurahan Munjul, lanjut Yatno, dihargai sekira Rp100.000 per kilogram. Dari situ diharapkan dapat meningkatkan taraf ekonomi warga. Selain menghasilkan pundi rupiah, kini kebun anggur di RW 06 Kelurahan Munjul berguna sebagai lahan penghijauan lingkungan dalam mempraktikkan urban farming.

"Diolah menjadi jus buah anggur, sudah lumayan. Omzet mereka per satu bulan bisa mencapai angka Rp7 juta. Digalang dengan bersama, nanti ada pembagian. Uang ini dengan pak RW diputar lagi, dari kebun kembali ke kebun," tuturnya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq

Bagikan Artikel: