Corona Makin Banyak, Pemkot Bogor Pertimbangkan Lockdown Lokal
BOGOR, iNews.id - Tingginya jumlah kasus pasien terkonfirmasi positif Coronavirus Disease (Covid-19), khususnya sejak status Kejadian Luar Biasa (KLB) diterapkan 20 Maret lalu, membuat Pemkot Bogor mulai berpikir lebih ekstra progresif dalam mengantisipasi virus mematikan itu. Salah satu opsinya melakukan lockdown lokal.
Sebaran kasus positif Covid-19 di tiga wilayah dari enam kecamatan di Kota Bogor, cukup tinggi, yakni Bogor Utara dan Tanah Sareal masing-masing memiliki 6 kasus, serta Bogor Timur 5 kasus. Maka dari itu, selain meminta tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Bogor proaktif, Pemkot juga mempertimbangkan segera menerapkan local lockdown atau karantina wilayah parsial tingkat kecamatan maupun kelurahan.
"Kita mulai dari tingkat RW Siaga Corona dulu, kalau nanti sudah terbentuk ada langkah-langkah konkrit, seperti pembatasan pergerakan warga, kerumunan, dan lain sebagainnya. Setidaknya dengan persiapan ini ada modal untuk bisa mengambil kebijakan lebih konkrit (local lockdown) di tingkatan yang paling kecil dan rawan ini," ujar Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, dalam keterangan persnya di Rumah Dinas Wali Kota yang dijadikan Posko Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor, Selasa (31/3/2020) petang.
Pemkot Bogor menargetkan langkah-langkah kebijakan pembatasan sosial berskala vesar (PSBB) ini berakhir hingga 23 Mei 2020.
Usulan Anies Setop Bus untuk Cegah Corona Ditolak, Ini Kata Dishub DKI Jakarta
"Syukur-syukur bisa lebih cepat. Target jangka menengahnya bisa tercapai. Minimal pertengahan puasa, sehingga di Idul Fitri bisa meraih kemenangan bersama," katanya.