JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi serius prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) soal potensi cuaca panas ekstrem yang melanda ibu kota dan sekitarnya. Kondisi panas ekstrem itu diperkirakan berlangsung hingga awal November 2025 akibat pengaruh gerak semu matahari dan Monsun Australia.
Berdasarkan data BMKG, suhu udara di Jakarta pada Kamis, 16 Oktober 2025 mencapai 35 derajat celsius, dengan kisaran suhu harian antara 26 hingga 34 derajat celsius. Sedangkan pada Selasa, 14 Oktober 2025, suhu tercatat antara 34-37 derajat celsius di beberapa wilayah.
Trump: Kanada, Greenland, dan Venezuela Jadi 3 Negara Bagian Baru AS
Merespons kondisi ini, Pramono telah menginstruksikan jajaran terkait untuk melaksanakan langkah-langkah mitigasi guna mengurangi dampak cuaca panas ekstrem terhadap warga.
"Pemprov DKI Jakarta serius menangani dampak cuaca panas ekstrem. Bapak Gubernur telah memerintahkan dinas-dinas terkait untuk segera bertindak dengan langkah konkret berbasis data, mulai dari modifikasi cuaca hingga edukasi masyarakat, demi menjaga kenyamanan dan kesehatan warga Jakarta. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menghadapi tantangan perubahan iklim," kata Staf Khusus (Stafsus) Gubernur Bidang Komunikasi Publik dan Sosial, Chico Hakim saat dikonfirmasi, Jumat (17/10/2025).
Kelakar Pramono Soal Cuaca Panas Ekstrem: Terpenting Jakarta Bahagia, Hati Tidak Panas
Chico menjelaskan sejumlah langkah yang menjadi instruksi gubernur meliputi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melanjutkan dan memperluas Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengatur distribusi curah hujan dan mengurangi intensitas panas, bekerja sama dengan BMKG untuk pemantauan cuaca ekstrem.
Kemudian Dinas Kesehatan (Dinkes) diminta meningkatkan kesiapan fasilitas kesehatan (faskes) untuk menangani kasus terkait panas ekstrem, seperti dehidrasi, heatstroke, dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
BMKG Ungkap Penyebab Panas Ekstrem di Sejumlah Daerah, Termasuk Kalimantan dan Papua
Waspada! Cuaca Panas hingga Awal November, BMKG Ungkap Penyebabnya
"Dinkes juga akan meluncurkan kampanye edukasi masyarakat untuk mengurangi aktivitas luar ruangan pada jam puncak panas (pukul 10.00-14.00), memastikan asupan air yang cukup, dan mencari tempat teduh," ucapnya.
Selain itu, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diminta mempercepat program penanaman pohon untuk mengurangi efek urban heat island, memperkuat sistem drainase guna mencegah banjir rob, dan memantau pohon rawan tumbang akibat angin kencang.
BMKG Ungkap Penyebab Suhu Panas Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia
"Peningkatan kapasitas masyarakat dengan menggandeng komunitas untuk menyebarkan imbauan prioritas pejalan kaki dan pesepeda, serta mempercepat pengembangan kota transit ramah lingkungan guna mengurangi emisi kendaraan yang berkontribusi pada panas ekstrem jangka panjang," jelasnya.
Lebih lanjut, Pemprov DKI Jakarta mengimbau warga untuk tetap waspada, mengikuti informasi resmi dari BMKG, dan melaporkan kondisi darurat melalui layanan 112. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui JAKI, situs resmi Pemprov DKI Jakarta atau akun media sosial @DKIJakarta.
Editor: Rizky Agustian
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku