Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : TNI AD Ungkap Siaga 1 Sudah Tak Diterapkan, Turun Jadi Siaga 3
Advertisement . Scroll to see content

Dijaga Ketat, Begini Alur Masuk Jemaat Ibadah Jumat Agung di Gereja Katedral

Jumat, 02 April 2021 - 10:40:00 WIB
Dijaga Ketat, Begini Alur Masuk Jemaat Ibadah Jumat Agung di Gereja Katedral
Gereja katedral Jakarta dijaga ketat (foto: Carlos/MNC)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id- Pengamanan ketat diterapkan di Gereja Katedral Jakarta saat ibadah misa Jumat Agung. Jemaat yang ingin mengikuti misa harus melewati sejumlah pos-pos pemeriksaan.

Berdasarkan informasi, kegiatan ibadah Jumat Agung pada hari ini, Jumat (2/4/2021) ada dua shift yakni ibadah yang pertama pukul 15.00 dan pukul 18.00 WIB.

Pada misa I (Tatap Muka) Pukul 15.00 WIB ibadah akan dipimpin oleh Uskup Ignatius Kardinal Suharyo, Romo Albertus Ary Dianto, Pr, dan Romo Bernadus C. Triyudo Prastowo, SJ. Sedangkan pada misa II (Tutup Muka) Pukul 18.00 WIB ibadah akan dipimpin oleh Romo Albertus Hani Rudi Hartoko SJ, Romo Yusup Edi Muljono SJ, dan Romo Joannes Maryana SJ. 

Polisi juga mengatur alur masuk para jemaat yang ingin ibadah Jumat Agung di Gereja Katedral Jakarta. Jemaat diminta memarkir kendaraannya di area parkir Masjid Istiqal.

"Seluruh kendaraan jemaat Gereja Katedral Jakarta parkir di P1 dan P2 Basemen Masjid Istiqlal, masuk di depan SP4 setelah parkir naik ke pintu Al-Fatah kemudian menyebrang masuk ke pintu IV Gereja Katedral," kata Kapolsek Sawah Besar, AKP Maulana Mukarom, di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Jumat (2/4/2021).

Dia menyebutkan sudah ada rambu-rambu agar jemaat Gereja Katedral tidak turun di pinggir jalan. Petugas keamanan dipastikan akan menjaga jemaat. 

"Semua masuk satu pintu ke Gereja melalui pintu IV setelah sebelumnya memarkirkan kendaraannya di Masjid Istiqlal," ujarnya.

Setelah itu, jemaat akan diperiksa di pintu x-ray dan metal detector yang ada di Gereja Katedral. Seluruh barang bawaan jemaat akan dicek.

"Pemeriksaan kepada jemaat yang menggunakan tas, ada beberapa jemaat yang tidak membawa tas, jadi kita sudah antisipasi dari Direktorat PAM Obvit Polda Metro Jaya sudah menyiapkan X-Ray dan Metal Detector untuk memeriksa tas jemaat," ujar Maulana Mukarom.

Dia mengimbau agar jemaat sebaiknya tidak membawa tas. Hal itu untuk meminimalisir potensi kerawan dan mempercepat alur masuk jemaat Gereja.

Pesonel gabungan yang dikerahkan untuk pengamanan Gereja Katedral sebanyak 150 personel. Mereka akan disebar di enam titik pengamanan.

Editor: Ibnu Hariyanto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut