Dinkes DKI Catat 3 Kasus Positif Hantavirus, 6 Suspek Dipantau
Ani menuturkan, pihaknya telah menyiapkan tim gerak cepat yang akan bergerak apabila terjadi peningkatan kasus secara signifikan. Selain memantau kasus, Dinkes DKI Jakarta juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap pola penularan Hantavirus.
Waspada Hantavirus! Kemenkes Pantau 1 WNA di Jakarta Kontak Erat dengan Pasien Klaster MV Hondius
Dijelaskan bahwa penularan paling sering terjadi melalui inhalasi aerosol, yakni ketika partikel dari kotoran, air liur, maupun urin tikus yang terinfeksi mengering lalu bercampur dengan udara dan terhirup manusia.
“Yang paling utama ada dengan inhalasi aerosol, jadi dari kotoran tikus, air liur maupun kencingnya, kalau kemudian dia kering lalu bercampur dengan partikel udara, itu bisa terhirup oleh kita,” ucapnya
WHO: Pasien Hantavirus Diisolasi 42 Hari, Dipantau Ketat!
Selain melalui udara, penularan juga dapat terjadi lewat kontak langsung dengan sekresi tikus maupun gigitan tikus yang terinfeksi. Karena itu, masyarakat diminta berhati-hati saat membersihkan gudang, area lembap, atau tempat yang banyak ditemukan tikus dan kotorannya.
Dinkes DKI Jakarta mengimbau agar area tersebut tidak dibersihkan dalam kondisi kering karena berisiko membuat partikel virus beterbangan di udara.
“Dipastikan ventilasinya bagus, kemudian jangan dibersihkan dalam keadaan kering. Jadi harus disemprot dulu dengan desinfektan. Kalau di rumah bisa menggunakan cairan pemutih sebelum dibersihkan kotorannya,” katanya.
Editor: Aditya Pratama