Dipanggil KPAI, Ini Pengakuan Pengacara Panitia Pesta Rakyat di Monas

Iswari Anggit · Jumat, 04 Mei 2018 - 17:37 WIB
Dipanggil KPAI, Ini Pengakuan Pengacara Panitia Pesta Rakyat di Monas

Pembagian sembako di Monas. (Foto: iNews)

JAKARTA,iNews.id – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memanggil panitia penyelenggara pesta rakyat bertajuk “Untukmu Indonesia” di Monas, Jumat (4/5/2018). KPAI meminta panitia mengklarifikasi kegiatan bagi-bagi sembako hingga menewaskan dua anak, Rizky Saputra (10) dan Mehasa Junaedi (12).

Sayang, klarifikasi kepada KPAI hanya diwakili kuasa hukum panitia penyelenggara Hendri Indraguna. Menurut dia, kliennya memberi kuasa kepada dirinya untuk menjelaskan kepada KPAI.

Hendri mengaku segera menemui kuasa hukum keluarga korban untuk mencari solusi terbaik. Terkait laporan keluarga korban di Bareskrim Polri, Hendri menyerahkan sepenuhnya kepada polisi.

“Pertama kami mengucapkan duka cita sedalam-dalamnya kepada Adinda Rizky. Kami benar-benar sangat sedih dengan kejadian ini. Kami tidak mau ada pembenaran, kami tetap bertanggung jawab dan segera menghubungi kuasa hukum keluarga untuk dicarikan solusi yang terbaik, sisanya serahkan ke polisi,” kata Hendri di kantor KPAI Jakarta, Jumat (4/5/2018).

Menurut dia, pemberitaan yang menyebutkan panitia tidak bertanggung jawab tidak benar. Ketika mendengar ada korban meninggal dari kegiatan di Monas, Sabtu (28/4/2018), panitia langsung menghubungi keluarga korban. Bahkan, ada perwakilan panitia yang sudah menemui korban.

“Tidak ada unsur politik sama sekali. Kami konsen sekarang pada keluarga. Kami akan selesaikan secara kekeluargaan,” ujar dia.

Hendri menampik pernyataan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI yang menyebut ketidaksiapan panitia dalam kegiatan pembagian sembako. Menurut Hendri, panitia sangat matang dalam persiapan. Jumlah panitia sekitar 1.500 orang dengan pembagian 150 orang disiagakan di setiap garis antrean.

Panitia juga menyiapkan 150 dokter dan lima mobil ambulans di setiap posko serta bekerja sama dengan empat rumah sakit rujukan apabila terjadi kecelakaan. “Kami sudah evaluasi, kami cek dulu faktanya. Nanti kami share ke media,” tuturnya.

Kuasa hukum mengatakan, panitia belum mengetahui pasti lokasi, waktu, dan kronologi kejadian kedua korban terinjak-injak pengantre lain. Saat ini kliennya masih meneliti bukti rekaman melalui kamera drone panitia.

“Kami cek dulu videonya di drone kejadian. Jadi bukti kejadian meninggalnya, jatuh atau didorong-dorong. Jangan mengasumsi dulu,” kata dia.

Ketua KPAI Susanto berjanji konsisten mendampingi keluarga korban hingga kasus selesai. Klarifikasi ini merupakan pertama kali dilakukan panitia penyelenggara. Dari hasil klarifikasi yang diwakili kuasa hukum panitia, KPAI akan menganalisis untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Kita analisis, kita akan diskusikan, dan tentu mengambil sikap selanjutnya secara kelembagaan,” ujar Susanto.

Editor : Khoiril Tri Hatnanto