Disdik DKI Pastikan Indikator Umur Tak Kurangi Kuota Jalur Zonasi

Antara ยท Kamis, 25 Juni 2020 - 05:10 WIB
Disdik DKI Pastikan Indikator Umur Tak Kurangi Kuota Jalur Zonasi

ilustrasi/sindonews.com

JAKARTA, iNews.id - Dinas Pendidikan (Disdik) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memasukkan indikator umur dalam seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2020 dari jalur zonasi. Meski begitu, indikator umur tidak berpengaruh signifikan.

Kepala Disdik DKI Jakarta Nahdiana menyampaikan hal itu dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi E DPRD DKI Jakarta, Rabu (24/6/2020). "Kebanyakan siswa yang memiliki usia lebih tua sudah tidak lagi mengikuti jalur zonasi," katanya.

Nahdiana menunjukkan daftar usia tertua dan termuda yang diterima di sejumlah SMP dan SMA saat jalur afirmasi. Angkanya memperlihatkan usia paling tua yang masuk SMA DKI sekitar 17-19 tahun meski ada satu sekolah menerima murid usia 20 tahun. Namun usia termuda berada di kisaran 15 tahun paling banyak.

Kebanyakan calon peserta didik, menurut Nahdiana, berusia di kisaran 17-19 tahun. Kisaran usia tersebut ingin masuk SMA sudah diterima di jalur afirmasi yang juga menggunakan usia sebagai salah satu indikator seleksi.

"Di SPN 288, 13 tahun (termuda), kalau diurutkan, jadi umur 12 tahun sudah ada yang masuk, ini di jalur kemarin (afirmasi). Jadi besok 40 persen orang-orang ini sudah tidak mendaftar kembali," tuturnya.

Daftar afirmasi ini menunjukkan usia muda tetap bisa mendapatkan sekolah meski yang lebih tua ikut mendaftar. Nahdiana meminta masyarakat tak perlu khawatir.

"Jadi kalau ini dianggap karena tuanya kalau kemarin (jalur afirmasi) diterima, orang-orang ini sudah tidak mendaftar kembali (di jalur zonasi)," ujarnya.

Editor : Djibril Muhammad