JAKARTA, iNews.id - Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengkaji usulan ganjil genap di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Kebijakan tersebut sebagai salah satu solusi kemacetan horor yang terjadi akibat sejumlah proyek galian.
"Tentu seluruh usulan pakar, pemerhati transportasi Jakarta salah satunya adalah ganjil genap, kami akan lakukan kajian secara komprehensif apakah memang saat ini menjadi sebuah kebutuhan," ujar Syafrin kepada wartawan di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (27/8/2025).
Laksamana Iran Peringatkan Serangan AS akan Picu Serangan ke Israel
Syafrin menambahkan, sebagai upaya mengatasi kemacetan di Jalan TB Simatupang, pihaknya menggandeng Ditlantas Polda Metro Jaya dengan menurunkan personel di lapangan.
Tak hanya itu, upaya memperkecil wilayah kerja proyek juga dilakukan dengan mengedepankan prinsip keselamatan, keamanan, kesehatan kerja (K3).
"Prinsipnya hal-hal terkait dengan teknis seperti tadi, kami bersama Pak Dirlantas itu memperkuat jajaran di lapangan, untuk melakukan pengaturan, termasuk di dalamnya kita juga memperkecil wilayah kerja proyek, tetapi tetap dengan mengedepankan prinsip keselamatan dan keamanan kerja K3, itu menjadi pedoman kami," kata dia.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan pemanfaatan trotoar untuk perluasan jalur tidak dilakukan di sepanjang Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Menurutnya, penggunaan trotoar bersifat sementara dan hanya terbatas pada tujuh titik pembangunan proyek yang tengah dilakukan hingga November 2025.
Dia mengatakan, rekayasa lalu lintas di tujuh titik tersebut membutuhkan pemanfaatan trotoar guna mengurangi kemacetan akibat pembangunan.
"Yang trotoar untuk dimanfaatkan itu bukan sepanjang trotoar itu. Hanya ada tujuh titik yang pendek-pendek dan di situlah ada pembangunan," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (25/8/2025).
Selain itu, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pelanggan salah satunya dengan meminimalisir kemacetan yang terjadi di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan saat jam sibuk pagi dan sore.
Transjakarta mengoperasikan 17 rute yang melintasi jalan TB Simatupang, dan bisa dimanfaatkan oleh pelanggan yang beraktivitas di wilayah tersebut.
"Untuk kenyamanan di jalan, khususnya di sekitaran TB Simatupang, kami mengajak masyarakat menggunakan layanan Transjakarta. Ada 17 rute yang dioperasikan, terdiri dari layanan BRT, Non BRT, Royaltrans dan Mikrotrans," kata Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani di Jakarta (25/8/2025).
Selain itu bus yang dioperasikan kerap dilakukan penjagaan terkait jeda waktu tunggu atau headway.
"Untuk kenyamanan pelanggan, kami juga sudah mengoperasikan tambahan 14 unit bus di beberapa rute yang melintasi TB Simatupang," katanya.
Editor: Aditya Pratama
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku