DKI Berlakukan PSBB Total Lagi, Bamsoet: Kita Percayakan ke Anies

Abdul Rochim ยท Jumat, 11 September 2020 - 04:04 WIB
DKI Berlakukan PSBB Total Lagi, Bamsoet: Kita Percayakan ke Anies

Bambang Soesatyo (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jilid II, Senin (14/9/2020). Langkah ini diambil menyusul tingginya kasus Covid-19.

Berdasarkan data pemerintah hingga Kamis (10/9/2020) pukul 12.00 WIB, ada penambahan 3.861 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam. Jumlah tersebut merupakan rekor tertinggi penambahan kasus virus corona dalam sehari. Hingga saat ini, total kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 207.203 orang.

Ketua MPR Bambang Soesatyo yakin kebijakan PSBB Jilid II sudah dipertimbangkan secara matang oleh Pemprov DKI Jakarta.

”Menurut saya apa yang dilakukan Anies Baswedan selaku gubernur, kepala daerah, itu pasti sudah dipikirkan dengan masak. Kita percayakan kepada beliau untuk melakukan langkah-langkah yang dibutuhkan mengatasi penyebaran Covid-19 ini. Sebagai warga, kita harus patuh terhadap kebijakan yang diambil,” ujar Bamsoet, di sela peluncuran buku ‘Solusi Jalan Tengah’ dan ‘Jurus Empat Pilar’, di Jakarta, Kamis (10/9/2020).

Lebih lanjut dia berharap kebijakan pemerintah pusat dan daerah harus sejalan karena yang dibutuhkan adalah kesamaan sikap dan pandangan dalam menyelesaikan persoalan pandemi Covid-19 serta dampaknya.

Di sisi lain, pihaknya mendorong agar vaksin Covid-19 yang saat ini sedang dalam uji coba oleh PT Biofarma segera terwujud. Dengan begitu, kasus Covid-19 bisa segera ditekan. Pimpinan MPR dalam waktu dekat akan berkunjung ke PT Biofarma untuk mendorong agar vaksin Covid-19 segera terealisasi.

”Kami pimpinan MPR sepakat, kita sudah kontak Biofarma, ingin diskusi. Kita ingin mendorong pendistribusian vaksin Covid-19. Kita ingin memastikan hambatan apa yang mereka hadapi, kendala apa agar target akhir tahun ini, bahkan bisa lebih cepat. Kita bisa melakukan vaksinasi bagi masyarakat kita,” tuturnya.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta menarik rem darurat PSBB transisi dan mengembalikan PSBB seperti sebelum transisi. Kondisi Pandemi Covid-19 di Jakarta saat ini dalam keadaan darurat.

Gubernur Anies Baswedan mengatakan, peningkatan kapasitas rumah sakit terus dilakukan seiring penambahan jumlah tenaga medis dan pendukungnya. Namun, apabila tidak dibarengi dengan pengawasan ketat, tempat tidur akan penuh di pekan kedua Oktober dan masalah baru akan datang.

”Melihat angka kematian, keterpakaian ruang isolasi dan rumah sakit khusus penanganan Covid-19, Corona di Jakarta dalam kondisi darurat. Kita terpaksa menarik rem darurat dan kembali ke PSBB seperti pada masa awal pandemi,” kata Anies.

Editor : Anton Suhartono