DPRD Minta Pengungsian di Jakarta Patuhi Protokol Kesehatan

Harits Tryan Akhmad · Sabtu, 24 Oktober 2020 - 01:48 WIB
DPRD Minta Pengungsian di Jakarta Patuhi Protokol Kesehatan

Pengendara melintasi banjir yang menggenangi Jalan Dr Sutomo di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (25/2/2020). (Foto: Antara/Fanny Octavianus)

JAKARTA, iNews.id - Wilayah DKI Jakarta, akan mengalami dampak fenomena La Nina lebih awal dari wilayah lainnya. Hal tersebut berdasarkan informasi yang diberikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengatakan, selain diperlukan mengantisipasi dampak dari La Nina, Pemprov DKI juga perlu menyiapkan tempat pengungsian yang sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

Menurut Gembong, tempat pengungsian yang sesuai dengan protokol kesehatan diperlukan agar tak menjadi sebuha klaster baru penyebaran virus Corona.

“Agar tempat pengungsian tidak menjadi klaster penyebaran covid-19,” kata Gembong di Jakarta, Sabtu (23/10/2020).

Lebih lanjut, Gembong memberikan pesan agar Pemprov DKI Jakarta agar segera mengantisipai apa saja yang perlu disiapkan dalam menghadapi La Nina agar ke depannya tak kewalahan.

“Dan itu bisa diantisipasi sejak saat ini,” kata Gembong.

Diketahui sebelumnya BMKG memastikan bahwa wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) akan mengalami dampak fenomena La Nina lebih awal dari wilayah lainnya.

La Nina merupakan fenomena alam yang berpotensi menambah curah hujan hingga 40 persen dari rata-rata normal lebih banyak di Tanah Air. Kabid Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Hary Tirto Djatmiko mengatakan, wilayah yang akan mengalami musim hujan lebih awal yakni di sebagian wilayah Sumatera dan Sulawesi serta sebagian kecil Jawa.

"Termasuk Jabodetabek, Kalimantan, NTB dan NTT," kata Hary saat dihubungi, Kamis (22/10/2020).

Editor : Muhammad Fida Ul Haq