Epidemiolog Prediksi Banyak Kasus Covid-19 di Jakarta Belum Terdeteksi
JAKARTA, iNews.id -Epidemiolog asal Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman memprediksi masih banyak pasien positif covid-19 di Jakarta yang belum terdeteksi melalui testing. Menurutnya hal itu terlihat dari hasil monitoring positivity rate atau rasio antara jumlah orang yang mendapat hasil positif lewat tes dengan total jumlah tes di Jakarta.
Seperti diketahui jumlah total pasien positif covid-19 di Jakarta kini mencapai 93.356 orang. Pada Sabtu (17/10/2020) kemarin, kasus positif covid-19 di ibu kota bertambah 974 orang.
"Bila melihat tes positivity ratenya, ini masih menunjukkan kemungkinan ada kasus-kasus yang belum terdeteksi di wilayah Jakarta," ujar Dicky di Jakarta, Minggu (18/10/2020).
Dicky mengatakan jumlah 974 pasien positif covid-19 pada Sabtu (17/10/2020) menunjukkan Jakarta masih menjadi provinsi dengan penambahan harian tertinggi di Indonesia. Menurutnya hal tersebut tak lepas dari testing yang sudah sesuai dengan target WHO.
"Untuk Jakarta, karena cakupan testing mereka sudah memadai sesuai dengan yang ditargetkan WHO, jadi kita lebih confidence atau lebih percaya melihat trennya, lebih bisa dipercaya secara basis epidemiloginya," ucapnya.
Dicky menyimpulkan penanganan covid-19 di Jakarta mulai menujukkan adanya peningkatan. Namun Dicky menekankan kasus covid-19 di Jakarta belum dapat dikendalikan sepenuhnya.
"Jadi, kesimpulan secara umum memang ada tren peningkatan. Namun kasus pengendalian covid-19 masih belum bisa dikatakan aman. Jadi masih ada pekerjaan rumah untuk mendeteksi kasus covid-19," ujarnya.
Editor: Rizal Bomantama