Garang saat Palak PKL, 2 Preman BKT Jaktim Tertunduk Lesu usai Ditangkap Polisi
JAKARTA, iNews.id - Dua preman yang sempat berlagak garang dan mengaku sebagai penguasa wilayah di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT), Jakarta Timur, akhirnya tertunduk lesu setelah ditangkap polisi. Keduanya sebelumnya viral di media sosial usai memalak dan menganiaya pedagang kaki lima (PKL).
Aksi premanisme tersebut mengundang perhatian publik setelah rekaman video pemalakan terhadap PKL beredar luas. Dalam video itu, kedua pelaku mengaku menguasai wilayah BKT dan memaksa pedagang menyerahkan uang kebersihan.
Namun, sikap garang itu sirna saat keduanya diamankan aparat kepolisian. Kini, dua preman tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.
"Saat ini kedua pelaku telah diamankan dan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," kata Kapolres Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal, dalam akun Instagram @alfiannurrizal.id, Kamis (1/1/2026).
Diketahui, salah satu pelaku membawa senjata tajam berupa pisau dengan alasan untuk membela diri. Kapolres Jakarta Timur sempat mempertanyakan alasan pelaku membawa senjata tersebut.
"Memang kamu punya musuh?" ujar Alfian.
Kombes Alfian menjelaskan, pelaku berinisial SH (52), warga Kecamatan Duren Sawit, berperan meminta uang kebersihan kepada korban dengan disertai ancaman menggunakan senjata tajam jenis pisau.
Sementara itu, pelaku lainnya berinisial SA (36), yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir, melakukan kekerasan fisik dengan cara menyundul korban hingga menyebabkan luka pada bagian hidung.
Aksi penganiayaan dilakukan karena korban yang merupakan pedagang kaki lima menolak memberikan uang kebersihan. Kedua pelaku berdalih menguasai wilayah tersebut.
"Kita orang sini semua," kata salah seorang di video viral tersebut.
Editor: Reza Fajri