Geger, Surat Kaleng Berbau Pornografi Resahkan Warga Ciputat

hambali ยท Selasa, 19 Oktober 2021 - 22:34:00 WIB
Geger, Surat Kaleng Berbau Pornografi Resahkan Warga Ciputat
Ilustrasi CCTV. Aksi pria tak dikenal kirim surat kalem berbau mesum terekam kamera (Foto: Istimewa)

TANGSEL, iNews.id - Sekitar satu bulan terakhir warga yang tinggal di Perumahan Bukit Nusa Indah, Serua, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), dihebohkan dengan beredarnya surat berisi tulisan yang mengandung unsur pornografi. Surat tersebut dilemparkan ke rumah-rumah warga.

Surat berbentuk lembaran kertas yang dimasukkan ke dalam plastik transparan. Isi suratnya sendiri tak jelas, lantaran antara satu kalimat dengan kalimat lain menggambarkan makna berbeda.

Para penerimanya sendiri kebanyakan ibu-ibu rumah tangga. Mereka resah karena rupanya surat itu telah beredar cukup banyak di beberapa rumah, sedang pengirimnya merupakan pria misterius berusia paruh baya.

"Memang sebulan yang lalu, si pengirim ini sudah melakukan penyebaran surat itu, surat kaleng lah. Dan yang menerima itu ibu-ibu, bahasanya itu juga bahasa yang jorok gitu," tutur Ketua RT06 RW15, Pramono Subekti, Selasa (19/10/21).

Laporan warga lantas ditindaklanjuti pengurus lingkungan setempat. Mereka pun mulai mengawasi ketat setiap tamu atau pelintas di sekitar pemukiman. Namun lagi-lagi, surat itu justru terus dikirim ke beberapa rumah lainnya.

"Si pengirim langsung ke rumah-rumah, dia membawa itu lebih dari 5 surat dalam setiap jalan. Di situ pengurus-pengurus RT mulai meningkatkan kewaspadaan. Tapi Sabtu kemarin dia tetap nyebar juga, dia tidak tertangkap tapi terdeteksi di CCTV," katanya.

Namun pagi tadi sekitar pukul 08.00 WIB, aksi pelaku pengirim surat berhasil dipergoki sekuriti melalui pantauan CCTV. Tanpa waktu lama, beberapa sekuriti dan pengurus RT setempat berhasil mengamankan pelaku.

"Nggak lama pelakunya kita amankan. Kemudian kita langsung kordinasi dengan Pak RW maupun Pak Lurah. Lalu kita juga hubungi Babinsa dan Binamas," ucapnya.

Saat diinterogasi, pelaku sulit diajak berkomunikasi lantaran menderita gangguan pendengaran. Tak ada identitas pengenal yang dibawanya. Belakangan baru diketahui jika pelaku mengidap gangguan kejiwaan atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

"Jadi waktu kita tanya-tanya, ada seorang warga yang tahu kalau dia itu ada gangguan jiwa. Lalu dikabari keluarganya yang tinggal di Cilalung, mereka datang dan menjelaskan bahwa dia memang ODGJ. Akhirnya tidak dilaporkan, jadi hanya dikembalikan ke pihak keluarga saja," katanya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq

Bagikan Artikel: