Gerindra Salahkan PKS Pemilihan Wagub Diserahkan ke Anggota DPRD Baru

Wildan Catra Mulia ยท Jumat, 02 Agustus 2019 - 15:56 WIB
Gerindra Salahkan PKS Pemilihan Wagub Diserahkan ke Anggota DPRD Baru

Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, Syarif. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id – Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, Syarif mengatakan, rapat paripurna pemilihan wakil gubernur pengganti Sandiaga Uno bakal diserahkan kepada anggota DPRD DKI yang baru. Mengingat, 26 Agustus mendatang akan dilangsungkan pelantikan anggota legislatif terpilih periode 2019-2024.

Dia menuturkan, waktu yang ada tidak cukup untuk melakukan pemilihan pengganti Sandiaga Salahuddin Uno itu. Syarif juga menyalahkan molornya rangkaian pemilihan wagub ke PKS.

BACA JUGA:

Rapat Paripurna Pemilihan Wagub Batal, Anies: Jangan Sampai Tahun Depan Dong

Paripurna DPRD Bahas Pemilihan Wagub DKI Batal Dilaksanakan

Gerindra: Rapat Paripurna Pemilihan Wagub DKI Jakarta Diundur 25 Juli

Hal itu terjadi lantaran PKS tak cukup pintar dalam melakukan lobi-lobi politik di parlemen Kebon Sirih untuk memperkenalkan cawagubnya, yaitu Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

"Sangat berpotensi (rapat paripurna) akan berlangsung setelah anggota DPRD yang baru. Saya kira ini terjadi karena PKS kurang optimal dalam melakukan pendekatan dan lobi-lobi," ujarnya kepada wartawan, Jumat (2/8/2019).

Syarif menjelaskan, penyerahan pemilihan kepada anggota yang baru tak menjadikan proses yang selama ini sudah berlangsung akan kembali diatur ulang. Mengingat, draf tata tertib (tatib) yang sudah selesai disusun pansus hanya tinggal disahkan.

"Draf tatib hanya tinggal disahkan di Rapimgab. Lalu bentuk panitia pemilihan dan melaksanakan rapat paripurna," katanya.

Anggota Pansus Wagub ini membantah anggapan Partai Gerindra dituduh sengaja mengulur-ngulur proses pengisian kursi DKI-2. Dia menyebut persoalan kekosongan pendamping Gubernur Anies Baswedan bisa cepat selesai bila PKS selalu aktif.

"Enggak benar itu jika Gerindra menghalangi proses pemilihan," kata Syarif.

Seperti diketahui, tercatat sebanyak tiga kali rapat pembahasan draf tatib pemilihan Wagub DKI Jakarta tertunda. Draf tatib sendiri sudah selesai disusun pada Selasa 9 Juli. Rapat paripurna pengesahan tatib pemilihan wagub DKI Jakarta yang direncanakan berlangsung pada Senin, 22 Juli juga dibatalkan.

Padahal posisi orang nomor 2 di Jakarta itu sudah kosong sejak 10 Agustus 2018, usai ditinggal Sandiaga Uno yang maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) berpasangan dengan Prabowo Subianto.


Editor : Djibril Muhammad