Gugus Tugas Covid-19 Tangsel Rapid Test 2.500 Pedagang di 5 Pasar, Hasilnya Reaktif
TANGSEL, iNews.id - Sebanyak 2.000 hingga 2.500 pedagang yang tersebar di lima pasar Tangerang Selatan (Tangsel) telah menjalani tes cepat (rapid test) virus corona (Covid-19). Tes tersebut dilakukan sebagai persiapan menuju kenormalan baru alias new normal di tengah pandemi Covid-19.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel Maya Mardiana menuturkan, lima pasar itu yakni Pasar Ciputat, Pasar Serpong, Pasar Jombang, Pasar Modern BSD dan Pasar Bintaro. Kuota masing-masing pasar yang menjalani rapid test 500 pedagang.
"Ada 5 yah (yang sudah), tapi yang lain juga tetap dijalankan. Pasar Ciputat, Pasar Serpong, Pasar Jombang, pasar Modern BSD, pasar Bintaro. Sekarang yang sedang berjalan sisanya," ujarnya, Rabu (24/6/2020).
Dari hasil rapid test itu, Maya mengungkapkan, tak ada satu pun pedagang yang menunjukkan reaktif. Jika hasilnya reaktif, para pedagang akan mengikuti uji swab lanjutan.
"Kan reaktif itu berarti dilanjutkan dengan swab. Setelah swab baru kelihatan positif atau tidaknya. Alhamdulillah dari yang reaktif itu kan bisa jadi hasil swabnya positif atau tidak," katanya.
Pemkot Tangsel, Maya mengatakan, tak ada kebijakan menerapkan ganjil genap bagi pedagang pasar. Penerapan sistem tersebut cukup merepotkan para pedagang. Apalagi untuk pedagang kebutuhan yang dikonsumsi sehari-hari.
"Kita sih belum ada ganjil-genap, karena para pedagang untuk ganjil-genapnya sulit karena seperti contoh sayuran, hari ini jualan besok enggak jualan, nanti rugi mereka," ucapnya.
Guna mencegah penyebaran Covid-19 terjadi di lingkungan pasar, Maya memaparkan, kesadaran pedagang mematuhi protokol kesehatan harus ditegakkan. Di antaranya dengan pengawasan melalui petugas Satpol PP yang memakai rompi berwarna kuning.
"Kemarin juga sudah dirapatkan, nanti juga titik-titik cek poin ada di keramaian. Jadi yang bakal banyak pelanggaran di mana, contohnya di pasar. Pasar kan kadang ketika woro-woro lewat, aman, tapi begitu lewat sedikit bisa ngumpul lagi. Sekarang kan sudah ada Satpol PP pakai rompi kuning. Jadi ada efek jeranya lah," tuturnya.
Editor: Djibril Muhammad