Hari Kartini, Ciputat Runners Gelar Lari Pakai Kebaya dan Batik
TANGERANG SELATAN,iNews.id – Momentum hari Kartini bagi sebagian masyarakat dirayakan atau diperingati dengan berbagai macam cara. Mulai dari pagelaran busana, karnaval hingga beragam kegiatan positif. Kegiatan dituangkan sebagai wujud apresiasi bagi tokoj pejuang emansipasi bagi perempuan Indonesia tersebut.
Semangat perjuangan Kartini itu pun menginspirasi seluruh masyarakat, khususnya perempuan. Tak terkecuali, komunitas lari Ciputat Runners.
Pada peringatan hari Kartini tahun ini, Ciputat Runners menggelar kegiatan Saturday Morning Run yang bertema Kartini. Dimana pelari perempuan mengenakan kebaya dan pelari pria memakai batik.
Kegiatan olahraga bersama yang mengambil rute mengelilingi Situ Gintung dan Kampus Muhammadiyah Ciputat itu pun disambut antusias pesertanya. Lisa, salah satu peserta yang kerap melakukan long run setiap pekan ini mengaku, ada kesan tersendiri berlari sejauh 6,6 kilometer mengenakan kebaya.
“Seru habis, berlarian pakai kebaya hari ini, sambil kita mengenang jasa Kartini yang memperjuangkan emansipasi wanita,” kata Lisa, Sabtu (21/4/2018).
Beberapa pelari, khususnya perempuan memang mengaku awalnya sedikit kesulitan berlari mengenakan kebaya. Namun, karena anggota komunitas ini terbiasa dan mengerti teknik-teknik lari yang benar, mereka pun menjadi biasa.
“Awalnya sih susah lari dengan kain kebaya, tetapi lama kelamaan saya enjoy saja,” ujar anggota Ciputat Run lainnya, Dini.
Kegiatan yang diikuti tujuh pelari wanita dan 15 laki-laki dari 75 anggota Ciputat runners itu pun menjadi perhatian masyarakat yang sedang berolahraga di Situ Gintung, Ciputat, Tangerang Selatan. Bukan saja karena mengenakan pakaian tidak umum untuk olahraga lari, tetapi para peserta juga beberapa kali menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini saat berlari.
Editor: Khoiril Tri Hatnanto