Ike Muti Akhirnya Minta Maaf, Begini Respons Pemprov DKI

Bima Setiyadi, Sindonews ยท Minggu, 02 Agustus 2020 - 19:00 WIB
Ike Muti Akhirnya Minta Maaf, Begini Respons Pemprov DKI

Artis Ike Muti disomasi Pemprov DKI Jakarta lantaran unggahan di akun media sosialnya yang dianggap mencemarkan nama baik Pemprov DKI, Kamis (30/7/2020). (Foto: Istimewa/IG Ike Mukti).

JAKARTA, iNews.id - Artis Ike Muti akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Pemprov DKI Jakarta atas kegaduhan yang timbul dari unggahannya di Instagram. Ike sekaligus menghapus unggahan kontroversial tersebut.

“Jelas bahwa informasi tersebut sesungguhnya bukan bersumber dari saya. Namun bagaimanapun saya meminta maaf kepada semua pihak dan khususnya Pemda Provinsi DKI Jakarta atas postingan saya yang telah menimbulkan kegaduhan. Saya juga telah menghapus postingan saya sebelumnya,” ucap Ike di akun Instragram, Minggu (2/8/2020).

Bagaimana respons Pemprov DKI Jakarta?

Kepala Biro Hukum Pemprov DKI Yayan Yuhanah mengapresiasi koreksi dan permintaan maaf tersebut. Yayan berharap agar pemutarbalikan fakta seperti ini tidak terulang lagi.

“Kejadian ini harus dijadikan pelajaran bagi semua,” kata Yayan, Minggu (2/8/2020).

Artis Ike Mukti mengunggah gambar dirinya bersalaman dengan Presiden Jokowi di akun Instagram. (Foto: Istimwa/IG Ike Mukti).

Pemprov DKI Jakarta sebelumnya menyomasi Ike Muti karena dinilai mencemarkan nama baik Pemprov. Unggahan Ike juga disebut tidak faktual serta mengandung kebohongan.

Seperti diketahui, Ike dalam unggahannya menyebut gagal mendapatkan proyek webinar series di Pemprov DKI Jakarta lantaran harus menghapus foto dirinya bersama Presiden Joko Widodo. Ike mengaku tidak rela dengan syarat tersebut.

“Rezeki gak kemana BOSSSS!!!...CINTA saya mengalahkan segalanya ke #presidenrepublikindonesia..Menurut mrk saya #jokowi banget makanya saya gak kepilih di project #pemdadki itu.. waooooooooo,” ucap Ike Mukti di akun @ikemuti16.

Yayan meminta masyarakat bijak dan kritis dalam berkomunikasi dengan menggunakan media sosial. Terpenting, siapa pun mesti memiliki ketelitian, objektivitas dan melakukan verifikasi sebelum menyebarkan informasi.

“Ini agar tidak ada kabar menyesatkan yang beredar di masyarakat,” ucapnya.

Editor : Zen Teguh