Imbas Demo Rusuh, KRL dari dan Menuju Tanah Abang Dibatalkan hingga KA Terakhir
Mereka terpaksa naik angkota dan sebagian lain memesan ojek online (ojol) untuk menuju Stasiun Kebayoran atau arah lain yang bisa membawa mereka pulang.
Alhasil titik penjemputan ojol di Jatibaru depan Bareskrim serta halte Kapal Api dipenuhi ratusan orang. Salah satunya Wurih, warga Serpong, Tangerang Selatan. Dia mengaku harus merogoh kocek lebih mahal karena memesan Ojol untuk pulang ke rumahnya.
Hal sama dilakukan Jaka, warga Kebayoran. Dia terpaksa memesan ojol tanpa melalui aplikasi. Dirinya dipaksa membayar dengan harga lebih mahal untuk bisa sampai di tempat tujuannya.
”Abang ojolnya gak mau kalau harga sesuai aplikasi, ini saya bayar karena deal-deal," kata dia.
Pantauan di jalan Jatibaru, lalu lintas ke arah Slipi maupun ke arah Bank Indonesia macet. Terlebih banyaknya ojol dan kendaraan yang terparkir di sekitar jalan Jatibaru membuat jalan semakin semrawut.
Sementara itu, demonstrasi terus berlangsung hingga malam ini. Sebagian massa yang kebanyakan remaja itu dipukul mundur hingga arah Pasar Palmerah dan sebagian lain yang berada di Slipi didorong hingga Slipi Jaya. Suara tembakan gas air mata dari aparat kepolisian masih terdengar.
Editor: Zen Teguh