Ingin Jadi Cawagub DKI, Adhyaksa Dault Lobi Ketua DPRD Prasetyo Edi Marsudi

Wildan Catra Mulia ยท Senin, 01 Juli 2019 - 20:56:00 WIB
Ingin Jadi Cawagub DKI, Adhyaksa Dault Lobi Ketua DPRD Prasetyo Edi Marsudi
Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi. (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id - Politikus Partai Gerindra Adhyaksa Dault mendatangi rumah dinas Ketua DPRD Prasetyo Edi Marsudi di Jalan Imam Bonjol No 37, Menteng, Jakarta Pusat. Kedatangannya untuk bersilaturahmi dengan politikus PDIP tersebut.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi mengungkapkan, kedatangan mantan menteri pemuda dan olahraga (menpora) itu tidak hanya sekadar bersilaturahmi. Namun, mencoba melobi untuk mencalonkan diri sebagai wakil gubernur (wagub) DKI Jakarta yang sampai saat ini belum terisi sejak ditinggalkan Sandiaga Salahuddin Uno.

"Yang kedua juga ya beliau juga ingin mencoba, maulah istilahnya, mau juga mencalonkan (wagub). Mau juga beliau, ya kalau bisa," katanya di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (1/7/2019).

Tak hanya Adhyaksa, Pras begitu sapaannya juga mengungkapkan banyak juga politisi yang datang kepadanya, dan ingin mencalonkan diri sebagai Wagub DKI.

Padahal bursa calon Wagub DKI sampai saat ini sudah terdapat dua nama kandidat yang diusulkan PKS dan Gerindra, yakni mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu dan Sekretaris DPW PKS Agung Yulianto.

Kendati demikian, Pras menjelaskan, pembahasan kelanjutan posisi wagub akan dilakukan pada rapat paripurna yang rencananya akan digelar pada 22 Juli. Jika tercapai kuorum, maka cawagub akan segera ditetapkan.

"Mengenai wagub sudah banyak sekali yang ke tempat saya dan meminta. Nah nanti kita lihat aja, apakah di dalam paripurna tanggal 21-22 ini akan tercapai kuorum atau tidak kuorumnya," ungkapnya.

Pras mengatakan, kursi wagub DKI harus terisi sesegera mungkin karena Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terlalu lama menyendiri mengurusi segala permasalahan di Ibu Kota.

"Karena bukan apa-apa, sekali lagi, karena Jakarta ini banyak sekali PR, pekerjaan, kalau beliau sendiri yang memimpin juga kasihan. Jadi tetap kita akan laksanakan tanggal 21-22 Juli nanti paripurna istimewa untuk wakil gubernur," tuturnya.

Visi Adhyaksa Dault

Adhyaksa Dault mengaku tidak membicarakan masalah lain selain Jakarta dan hanya ingin bersilahturahmi usai Lebaran 2019. "Ya jadi saya suasana lebaran, Bung Pras itu teman saya. Saya waktu ketua KNPI Jakarta kan, saya ketua KNPI Jakarta, Wakil Ketua Umum KNPI, Adhy saya ada sekitar 8 tahun bersama teman-teman di DKI ini. Saya, Bung Pras, kemudian Bung Taufik, ya," tuturnya.

Dia mengatakan, prihatin terkait kosongnya kursi wakil gubernur yang sudah sepuluh bulan. Padahal, posisi wakil gubernur harus segera diisi dalam waktu dekat ini.

Politikus Partai Gerindra Adhyaksa Dault. (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

Jika tak ada cawagub, Adhiyaksa mengungkapkan, bakal ada ketimpangan kebijakan yang diambil Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. "Harus segera diisi wagubnya. Harus ada wagub dalam waktu yang cepat supaya terisi. Jadi ada balance antara gubernur dan wakil ketika ambil kebijakan," ujarnya.

Adhyaksa menampik bila pertemuannya dengan Ketua DPRD DKI itu untuk mempercepat proses pemilihan wagub DKI. Dia menyebut hanya memberikan saran dan masukan agar Jakarta menjadi kota yang berjalan dengan sebaik-baiknya.

"Ya jadi saya suasana lebaran, Bung Pras itu teman saya. Saya enggak bicara soal dua calon wagub, karena itu kan bukan domain saya," katanya.

Diketahui, Paripurna pemilihan Wagub baru ini bakal digelar pada 22 Juli 2019 mendatang. Saat ini Pansus Pemilihan Wagub sedang memantapkan tata tertib (Tatib) pemilihan Wagub sebelum memfinalkan pada Rabu, 3 Juli 2019 dengan Kementerian dalam Negeri.

Walaupun sudah ada dua calon yang disodorkan PKS yakni, Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto, belum tentu terpilih pada Paripurna tersebut. Hal itu dibenarkan Prasetyo.

"Diterima calon wagub atau tidaknya, nanti di dalam rapat paripurna itu," kata Pras belum lama ini.


Editor : Djibril Muhammad