Harapan Anies Usai DPRD DKI Jakarta Bentuk Pansus Pemilihan Wagub DKI

Wildan Catra Mulia ยท Selasa, 14 Mei 2019 - 17:21 WIB
Harapan Anies Usai DPRD DKI Jakarta Bentuk Pansus Pemilihan Wagub DKI

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id - DPRD DKI Jakarta telah membentuk panitia khusus (pansus) pemilihan wakil gubernur (wagub). Pansus itu dipimpin Ketua Fraksi Hanura DPRD DKI Jakarta, Ongen Sangaji (ketua pansus) dan Ketua Fraksi Nasdem, Bestari Barus (wakil ketua).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bersabar dengan pemilihan wakil gubernur baru yang ditinggalkan Sandiaga Salahuddin Uno sejak Agutus 2018 lalu itu. Dia mengaku perlahan demi perlahan DPRD juga akan memberi sinyal perkembangan lebih baik.

"Tanggapan saya baik-baik saja. Saya rasa begitu ada proses itu adalah tanda positif," kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Selasa (14/5/2019)

Dia berharap, dengan sudah ditetapkanya ketua dan struktur panitia tersebut maka pemilihan wagub bisa dilakukan dengan cepat dan sesuai dengan peraturan undang-undang.

"Dan mudah-mudahan nanti segera bisa disepakati timeline-nya agar DPRD bisa bersidang untuk menentukan calon seperti mekanisme yang ada di aturan perundangan," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengatakan pihaknya telah membentuk panitia khusus (pansus) pemilihan wakil gubernur (wagub), setelah jabatan itu ditinggal Sandiaga Uno yang ikut berkompetisi di Pilpres 2019.

"Ini kan sudah saya laksanakan. Nanti secepatnya, setelah tanggal 22 Mei kami akan gelar rapim sesuai berjalan. Ketua pansusnya itu Pak Ongen Sangaji dan wakilnya Pak Bestari Barus," kata di Jakarta, Senin (13/5) malam.

Dia menuturkan, pansus itu nanti akan mengeluarkan tata tertib (tatib) dalam proses pemilihan wagub baru. Sebagai ketua DPRD DKI, Prasetyo akan menyerahkan semua peraturan tatib itu kepada pansus pimpinan Ongen.

"Ya kami juga harus ada pansus yang bagaimana nanti. Misalkan, dua kali enggak terpilih, satu kali enggak terpilih ini kan harus ada aturannya gitu loh. Nah, ini harus ada putusannnya," ujarnya.

Editor : Djibril Muhammad