Ini Alasan DKI Jakarta Pilih Nama PSBB Transisi Ketimbang New Normal

Riezky Maulana ยท Sabtu, 04 Juli 2020 - 12:44 WIB
Ini Alasan DKI Jakarta Pilih Nama PSBB Transisi Ketimbang New Normal

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria mengungkapkan alasan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memilih nama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi menuju masyarakat sehat, aman dan produktif, ketimbang istilah new normal atau kenormalan baru. Diksi tersebut, menurut dia, dipilih agar masyarakat tidak menyepelekan penyebaran pandemi virus corona (Covid-19).

Dengan begitu, Ahmad Riza mengatakan, tidak ada anggapan di masyarakat penyebaran Covid-19 telah hilang. "Kami belum berani menyebut masa kenormalan baru atau new normal karena menurut kami, kata normal itu dapat berpotensi pemahaman di masyarakat seolah-seolah kita sudah aman, seolah juga sudah hilang virusnya dan seolah-seolah sudah bebas," katanya dalam diskusi daring bertajuk 'Jelang Usai PSBB Transisi', Sabtu (4/7/2020).

Pada masa PSBB Transisi ini, Ahmad Riza memaparkan, pembatasan tidak dihilangkan melainkan hanya memberikan sedikit kelonggaran. Kelonggaran diberikan terkait kapasitas di tiap sektor sebesar 50 persen.

"Tidak hanya lebih hati-hati, kami ingin memastikan bahwa di masa ini, virus masih ada dan selama virus masih ada berarti di situ ada potensi penyebaran. Berbahaya, apalagi vaksin belum ditemukan hingga hari ini," ujarnya.

Ahmad Riza bersyukur sebagian masyarakat saat ini dapat lebih memahami Covid-19 dengan baik. Peningkatan kesadaran itu terlihat dari tidak membludaknya kunjungan-kunjungan ke pusat berbelanjaan.

"Ternyata pengunjung mal tidak seperti yang diduga akan membludak. Bahkan kurang dari yang dipersyaratkan. Diperbolehkan 50 persen, tetapi pas saya cek ya rata-rata 20-30 persen saja isi mal," katanya.

"Itu artinya masyarakat menyadari bahwa virus masih ada dan perlu hati-hati. Di berbagai kesempatan kami juga menyampaikan tempat yang terbaik tetap berada di rumah," ucapnya.

Sebelumnya, pada Rabu 1 Juli 2020, Pemprov DKI Jakarta telah memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi hingga 16 Juli 2020. Masyarakat diminta tetap mematuhi aturan PSBB untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Editor : Djibril Muhammad