Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Istri Hoegeng Wafat di Usia 100 Tahun, Dimakamkan di Bogor Besok
Advertisement . Scroll to see content

IPB Kehilangan Tiga Peneliti Terbaik, Salah Satunya karena Covid-19

Rabu, 06 Januari 2021 - 22:25:00 WIB
IPB Kehilangan Tiga Peneliti Terbaik, Salah Satunya karena Covid-19
IPB kehilangan tiga peneliti terbaik dalam waktu berdekatan, salah satunya karena covid-19. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

BOGOR, iNews.id - Institut Pertanian Bogor (IPB) berduka dengan meninggalnya tiga dosen dalam waktu berdekatan. Salah satu di antaranya meninggal dunia setelah sempat dirawat karena terpapar covid-19.

Pertama, salah satu dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Dr Kiagus Dahlan meninggal dunia pada 5 Januari 2021. Kemudian Dr Mukjizat Kawaroe dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) serta Prof Dr Kukuh Murtilaksono dari Fakultas Pertanian (Faperta). 

"Rasa duka sedalam-dalamnya kami sampaikan untuk keluarga almarhum dan almarhumah. Doa terbaik kami semoga amal ibadah beliau bertiga diterima di sisi Allah dan mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya," kata Kabiro Komunikasi IPB University, Yatri Indah Kusumastuti dalam siaran persnya, Rabu (6/1/2021).

Sebagai informasi, Dr Kiagus Dahlan merupakan sosok dosen dan peneliti yang aktif menghasilkan karya-karya penelitian. Salah satu hasil penelitiannya adalah berhasil mengembangkan biomaterial keramik kalsium fosfat berbahan dasar limbah cangkang telur untuk keperluan filler gigi, khususnya untuk penumbuhan tulang alveolar gigi, telah dikembangkan Tricalcium Phosphate (TCP) yang karakteristiknya sama dengan produk impor.

Dokter gigi di Indonesia jarang menggunakan TCP karena harganya sangat mahal. TCP dari cangkang telur ini merupakan sesuatu yang baru karena belum pernah dikembangkan sebelumnya.

Penelitian ini telah mengantarkannya menjadi salah satu inovator dalam 102 dan 106 Inovasi Indonesia versi Business Innovation Center (BIC)-Kementerian Riset, Teknologi dn Pendidikan Tinggi (Kemistekdikti) pada tahun 2010 dan 2014. Hasil penelitiannya ini diharapkan berguna di masyarakat untuk menggantikan produk impor dalam bedah tulang dan perawatan gigi yang harganya sangat mahal.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut