Jadi Korban Penganiayaan, Warga Tangerang Malah Dipidana 

Nandha Aprilianti · Jumat, 26 November 2021 - 18:06:00 WIB
Jadi Korban Penganiayaan, Warga Tangerang Malah Dipidana 
Seorang warga mengaku dipidana padahal merasa menjadi korban penganiayaan (Foto : Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Kasus peganiayaan terjadi Tangerang. Seorang warga yang menjadi korban mengaku malah dipidana. 

Warga berinisial WW dipidana atas dugaan tindak pidana pengeroyokan atau penganiayaan. Padahal, WW mengklaim justru menjadi korban penganiayaan.

Kuasa Hukum WW, Arifin Umaternate menceritakan kronologi peristiwa itu. Dia meminta aparat hukum memberikan  perlindungan hukum kepada kliennya.

“Klien kami diserang,” kata Arifin kepada wartawan, Jumat (26/11/2021).

Kronologi kejadian berawal keributan di Boulevard Gading, Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, 22 Oktober 2020. Saat itu, seseorang perempuan berinisial L dan suaminya AO mendatangi dan menyerang WW. 

“L dan AO menunjukkan sikap yang kasar yakni marah dan menyerang dan melakukan kekerasan dengan cara melempar WW dengan gembok hingga mengenai badan WW serta mencakar tangannya,” katanya.

WW mengalami memar dan luka akibat cakaran di tangan kiri, leher, dada dan pipi kiri. Bahkan, kata Arifin, WW sempat mengalami gangguan pendengaran.

Menurut Arifin, tindakan L dan suaminya AO tersebut didasarkan pada tuduhan mereka terhadap WW. 

“WW dituduh telah berselingkuh dengan L. Padahal W  menyatakan tidak pernah melakukan hal itu, bahkan menurut WW sudah lebih dari 4 tahun tidak bertemu dengan L,” kata Arifin.

Selang dua hari kemudian, tanggal 22 Oktober 2020 WW menempuh langkah hukum dengan cara melaporkan L dan AO ke Kepolisian Sektor Kelapa Dua di Wilayah Kabupaten Tangerang, dengan dugaan tindak pidana bersama-sama melakukan kekerasan dimuka umum terhadap orang atau barang. Laporan itu tercantum dalam nomor LP/505/K/X/RES.1.6/2020 Sek.Klp Dua.

Namun, pada Tanggal 3 Desember 2020, L dan AO membuat laporan balik terhadap WW di Polres Tangerang Selatan dengan Nomor LP/1283/K/XII/2020/SPKT Res.Tangsel  atas dugaan tindak pidana pengeroyokan dan atau penganiayaan.

“Laporan balik dari L ini ternyata berjalan mulus dan mengakibatkan WW ditahan di Rutan hingga perkara dibawa ke persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang Selatan,” katanya.

Selama persidangan, WW mengajukan permohonan pengalihan penahanan dan akhirnya penahanan terhadap WW berubah menjadi tahanan kota.

Selain itu, Arifin mengatakan, Laporan Ldan AO   juga ikut menyeret anak WW ke dalam perkara ini dan menjadikan anak tersebut menjadi tersangka dan terdakwa di persidangan.

“WW dan anaknya terancam hukuman pidana berdasarkan pasal 351 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 2 tahun 8 bulan, atau pasal 170 KUHP  dengan ancaman maksimal 5 tahun 6 bulan,” katanya.

Arifin juga mengatakan, dalam perkara ini saudari L juga meminta ganti rugi kepada kliennya untuk membayar kerugian sebesar Rp20 miliar.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq

Bagikan Artikel:








Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda