Jadi Lokasi Prostitusi, 120 Bangunan Liar di Gunung Antang Jaktim Dibongkar

muhammad farhan ยท Selasa, 30 Agustus 2022 - 14:38:00 WIB
Jadi Lokasi Prostitusi, 120 Bangunan Liar di Gunung Antang Jaktim Dibongkar
KAI bongkar bangunan liar di kawasan Gunung Antang, Matraman, Jakarta Timur. Lokasi itu diduga menjadi tempat prostitusi. (Foto : PT KAI)

JAKARTA, iNews.id - Pembongkaran bangunan liar di kawasan Gunung Antang, Matraman, Jakarta Timur resmi dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI), Selasa (30/8/2022) pagi tadi. KAI mencatat terdapat 120 bangunan liar yang dibongkar karena diduga jadi lokasi prostitusi ilegal.

Kepala Humas PT KAI Daop 1, Eva Chairunisa mengungkapkan pembongkaran bangunan liar tersebut dilakukan dengan berkolaborasi bersama aparat dan stakeholders terkait di wilayah Kota Jakarta Timur. 

"Hari ini dilakukan penertiban dimana kami dibantu oleh pihak kepolisian kemudian juga TNI dan pemerintah kota Jakarta Timur beserta jajaran dalam proses penertiban," ujar Eva, Selasa (30/8/2022). 

Dalam proses penggusuran bangunan yang ditengarai digunakan sebagai bisnis lokalisasi ilegal tersebut, KAI menggunakan alat berat untuk melakukan pembongkaran pada sejumlah bangunan bertingkat. Ratusan bangunan tersebut, menurut Eva, berhasil dibongkar pukul 11.35 WIB. 

"Secara keseluruhan di area Gunung Antang ini ada 120 bangunan liar yang sudah kita data, dan terletak di lahan seluas 2.500 meter persegi. Untuk hari ini kita akan tuntaskan keseluruhan penertiban," kata Eva. 

Untuk diketahui, pembongkaran paksa bangunan lokalisasi Gunung Antang ini harus dilakukan lantaran penghuni telah diberikan imbauan hingga teguran. Karena imbauan pembongkaran mandiri diabaikan oleh warga penghuni bangunan liar tersebut, KAI memutuskan untuk bertindak tegas. 

"Penertiban area Gunung Antang yang diduga menjadi satu lahan yang digunakan secara ilegal untuk prostitusi atau perjudian. Yang pasti area Gunung Antang ini milik PT KAI yang ditempati secara ilegal," kata Eva. 

Eva juga menuturkan, dia mewakili jajarannya meminta pihak terkait beserta para stakeholder untuk mau bekerja sama agar bangunan liar serupa tidak dibangun kembali. 

"Kita akan tetap berupaya agar tidak ada lagi penempatan ilegal yang tidak sesuai dengan undang-undang," katanya. 

Editor : Muhammad Fida Ul Haq

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:



Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda