Jakarta Terancam Kekurangan Air Imbas Kekeringan September 2026? Ini Faktanya!
BMKG sendiri memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia mengalami curah hujan rendah pada Dasarian I September 2026. Secara nasional, sekitar 85,07 persen wilayah diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah, yakni 0–50 milimeter per dasarian.
Hujan memiliki peran penting dalam menjaga siklus air. Air hujan dapat mengisi kembali sejumlah sumber air, termasuk badan air dan cadangan air tanah.
Ketika hujan berkurang, proses pengisian kembali tersebut ikut menurun. Apabila kondisi ini berlangsung berulang atau dalam waktu lama, ketersediaan air dapat semakin tertekan.
Situasinya tentu berbeda antara satu wilayah dan wilayah lainnya karena ketersediaan air tidak hanya bergantung pada hujan, tetapi juga kondisi sumber air, pengelolaan air, kebutuhan masyarakat, serta sistem distribusi.
Dengan kata lain, peringatan kekeringan meteorologis lebih tepat dipandang sebagai sinyal untuk meningkatkan kewaspadaan, bukan sebagai kepastian bahwa Jakarta akan mengalami krisis air.