Jakarta Tuan Rumah Formula E 2020, Ini Alasan Pembalap Indonesia Tak Bisa Tampil

Wildan Catra Mulia ยท Sabtu, 15 Februari 2020 - 16:57 WIB
Jakarta Tuan Rumah Formula E 2020, Ini Alasan Pembalap Indonesia Tak Bisa Tampil

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sadikin Aksa saat diskusi di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (15/2/2020). (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id - Indonesia, tepatnya ibu kota Jakarta, menjadi tuan rumah ajang balapan mobil listrik Formula E, yang digelar pada 6 Juni 2020. Namun, saat perhelatan internasional itu digelar, tidak ada satu pun pembalab Indonesia ikut dalam pertandingan

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sadikin Aksa mengungkapkan alasan pembalap Indonesia tidak ambil bagian dalam Formula E. Dia mengaku, perhelatan itu untuk pembalap profesional bukan pembalap binaan.

"Belum boleh. Jadi memang bikin balapan enggak ada pembalapnya, ini balapan profesional. Ini bukan balapan pembinaan (yang) boleh kita paksain pembalap Indonesia," katanya saat diskusi di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (15/2/2020).

Sadikin mengatakan, tim yang akan bertanding di Formula E mencapai 12, yang sudah diisi para pembalap pilihan dari berbagai negara. Menurut dia, Indonesia yang memiliki dua pembalap berlisensi platinum driver saja belum bisa ikut balapan.

Alasannya, Sadikin memaparkan, karena tidak terikat kontrak dengan tim yang berlomba di ajang Formula E. Dua pembalap itu Rio Haryanto dan Demas Agil Ramdani.

"Kita akui Indonesia ini punya dua pembalap yang berlabel driver platinum FIA, ada Rio Haryanto dan Demas Agil Ramdani, platinum driver tuh yang pernah bertanding formula 2 dan 1. Ini bisa, tapi apakah punya tim tadi mau milih? Mau enggak kan gitu," tuturnya.

Meski begitu, Sadikin meyakini jika melihat dari segi komersial pembalap asal Indonesia bisa saja bergabung dalam tim-tim tersebut di tahun mendatang. Tak ada yang tak mungkin jika melihat antusias masyarakat Indonesia.

"Mungkin saya rasa tahun depan bisa pakailah. Tim ini membutuhkan komersil karena tim ini bukan tim hanya butuh sumbangan tapi profesional, kalau di Indonesia ini bagus," ujarnya.


Editor : Djibril Muhammad