Jembatan Putus Diterjang Banjir, 95 KK di Leuwiliang Bogor Terisolasi

Putra Ramadhani Astyawan ยท Sabtu, 25 Juni 2022 - 06:20:00 WIB
Jembatan Putus Diterjang Banjir, 95 KK di Leuwiliang Bogor Terisolasi
Sebanyak 95 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Tanjung Sari, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor terisolasi akibat jembatan yang putus karena banjir. (Foto: Istimewa)

BOGOR, iNews.id - Sebanyak 95 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Tanjung Sari, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor terisolasi. Jembatan yang menjadi akses utama warga keluar masuk kampung tersebut putus diterjang banjir.

Koordinator Disaster Unit Jabar Quick Respons Syehabudin mengatakan pihaknya mendapat arahan langsung dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk memetakan bencana yang terjadi di lokasi tersebut.

"Awalnya rencana ke daerah Muara, dan ternyata ada kabar lagi di daerah Tanjung Sari, Desa Purasari ada daerah yang terisolasi. Ada 95 KK yang terisolasi, terputus jembatan akses menuju ke lokasi," kata Syehabudin di lokasi, Jumat (24/6/2022) malam.

Dalam catatannya, puluhan KK yang terisolasi berada di dua RT yakni RT 01 dan RT 02. Kondisinya, warga laki-laki di lokasi tersebut terpaksa menyeberangi kali untuk memenuhi kebutuhan sehari-sehari.

"Sementara yang laki-lakinya masih mengusahakan atau memaksakan menyeberang. Karena kebutuhan sehari-hari ini harus didapatkan dari sini (Tanjung Sari 1). Jadi yang terkena dampak Tanjung Sari 2, mereka menyeberang sungai langsung karena jembatan tidak ada, sangat berisiko," ucapnya.

Rencananya, Tim Jabar Quick Respon bersama tim SAR dan relawan akan membuat tali yang melintasi kali tersebut. Tali itu akan digunakan untuk mengirimkan bantuan logistik ke kampung terisolasi.

"Rencananya per besok teman-teman relawan di posko Tanjung Sari akan mengusahakan bagaimana caranya bisa mengirimkan logistik ke Tanjung Sari 2 dengan menggunakan bentangan tali. Sampai sekarang jalur ke sana itu terputus total. Karena aksesnya cuma satu ini aja," ucapnya.

Timnya masih bertahan di lokasi paling tidak sampai kondisinya normal kembali. Sehingga, bantuan atau penanganan di lokasi secepatnya disalurkan.

"Target secepatnya, sampai bisa memberikan data ke Pak Gubernur supaya bisa secepatnya apa yang bisa dibantu oleh pihak Pemprov. Jadi ada beberapa warga yang memang secara ekonomi, pendidikan, dan kesehatan itu lumpuh total. Cuma untuk kebutuhan dasar terutama sembako masih tercover selama dua hari ke depan. Karena rata-rata masyarakat itu masih bercocok tanam di sawah," tuturnya.

Editor : Rizal Bomantama

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda