Jumlah Kendaraan Pribadi saat PSBB Transisi 96 Persen, Motor Tertinggi

Riezky Maulana ยท Selasa, 30 Juni 2020 - 23:58 WIB
Jumlah Kendaraan Pribadi saat PSBB Transisi 96 Persen, Motor Tertinggi

Kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta, Senin (8/6/2020) pagi pada hari pertama aktivitas perkantoran dimulai saat PSBB transisi. (Foto: Antara/Reno Esnir).

JAKARTA, iNews.id - Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi menuju kenormalan baru (new normal) di tengah penyebaran pandemi virus corona (Covid-19) ternyata tidak membuat persentase kendaraan pribadi berkurang. Sebaliknya, arus kendaraan pribadi nyaris menyamai saat kondisi normal.

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan DKI Jakarta Susilo Dewanto mengungkapkan, persentase kendaraan pribadi baik roda dua dan empat di ibu kota nyaris mencapai 100 persen. "Saat ini jumlah pengguna kendaraan pribadi di ibu kota sudah mendekati periode sebelum adanya pandemi yaitu 96 persen," katanya dalam diskusi daring yang diselenggarakan Institut Studi Transportasi (INSTRAN), Selasa (30/6/2020).

Dari jumlah tersebut, kendaraan bermotor roda dua alias motor tercatat paling banyak yakni 72,8 persen. Kendaraan roda empat mencapai 26,5 persen. Kendaraan berat seperti bus maupun truk 0,7 persen.

Susilo memaparkan, meningkatnya persentase penggunaan kendaraan pibadi dipicu kebijakan pembatasan beroperasinya transportasi-transportasi massal di Ibu Kota Jakarta seperti MRT Jakarta, TransJakarta dan LRT Jakarta. "Masyarakat masih memiliki kekhawatiran untuk menggunakan angkutan umum," ujarnya.

Dishub DKI Jakarta, menurut Susilo, mengajak masyarakat untuk kembali menggunakan kendaraan umum jelang new normal. Apalagi, saat ini para pengelola layanan transportasi umum di Jakarta sudah menerapakan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

"Peningkatan penggunaan sepeda juga kita harapkan menjadi alternatif untuk mengajak masyarakat melakukan mobilisasi. Itu juga dapat meringankan beban transportasi publik selama pembatasan kapasitas masih dilakukan," tuturnya.

Transport Associate Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia Gandrie Ramadhan menyarankan para pengelola transportasi massal kembali menggalakkan kampanye agar masyarakat kembali menggunakan transportasi publik.

"Saat ini pengelola layanan juga telah melakukan langkah preventif penyebaran Covid-19, dengan protokol kesehatan sehingga kendaraan umum tidak lagi ditakuti sebagai klaster penyebaran Covid-19," ujarnya.

Editor : Djibril Muhammad