Kapasitas RS Rujukan Covid-19 di Kabupaten Bekasi Hampir Penuh

Abdullah M Surjaya ยท Kamis, 17 September 2020 - 16:58 WIB
Kapasitas RS Rujukan Covid-19 di Kabupaten Bekasi Hampir Penuh

Ilustrasi, rumah sakit rujukan penanganan pasien terpapar virus corona (Covid-19). (Foto: Antara).

BEKASI, iNews.id - Sejumlah rumah sakit (RS) rujukan penanganan pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi yang tersebar di 23 Kecamatan hampir penuh. Kondisi tersebut karena melonjaknya warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengatakan, tingkat keterisian di rumah sakit rujukan untuk kasus Covid-19 berada di angka 70 persen.

"Ruang rawat inap sudah hampir penuh, dari 475 ruang yang disiapkan, sudah terisi 344 ruang," ujar Alamsyah di Bekasi, Kamis (17/9/2020).

Dia menuturkan, tren peningkatan kasus Covid-19 berpotensi pada klaster perusahaan. Menurutnya, penyebaran Covid-19 pada klaster industri di Kabupaten Bekasi sebanyak 41 perusahaan dengan jumlah pegawai yang terpapar Covid-19 mencapai 608 orang.

"Saat ini, jumlah perusahaan atau klaster industri di wilayah kerjanya memang mengalami peningkatan, namun temuan baru jumlah pasien klaster industri tergolong dapat teratasi,” tuturnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Enny Mainarti mengatakan, ketersediaan ruang ICU (Intensive Care Unit) untuk merawat pasien Covid-19 di 49 rumah sakit rujukan tersisa 5 persen. Artinya dari 49 rumah sakit rujukan itu telah terisi 95 persen dari total kapasitas yang ada.

Dia menyampaikan, semua rumah sakit rujukan itu tersedia 71 kamar dengan ICU sudah terisi 95 persen atau tersisa 5 persen. Angka laporan itu berbeda setiap harinya atau bersifat fluktuatif.

Menurutnya, beberapa pekan terakhir keterisian ruang ICU selalu di atas 80 persen. Bahkan, hingga Rabu (16/9/2020) persentase keterpakaiannya mencapai 95 persen yang diperuntukkan pasien yang bergejala berat dan suspek.

Kemudian, ruang isolasi di 49 rumah sakit rujukan di Kabupaten Bekasi ada sebanyak 272. Dari jumlah itu sudah terpakai sekitar 70 persen.

"Ruang isolasi masih dibilang aman bagi gejala ringan atau OTG. Tapi ruang ICU ini tersisa sedikit karena kasus terus meningkat," katanya.

Editor : Kurnia Illahi