Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempar! Dokter Ini Dipenjara Seumur Hidup karena Sengaja Meracuni 30 Pasien
Advertisement . Scroll to see content

Kartini Perindo: Penikam Siswi SMK di Bogor Layak Dihukum Berat

Rabu, 09 Januari 2019 - 22:55:00 WIB
Kartini Perindo: Penikam Siswi SMK di Bogor Layak Dihukum Berat
Wakil Ketua Umum DPP Kartini Perindo, Ratih Gunaevy.
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idKartini Perindo mengecam keras tindakan penusukan dengan senjata tajam hingga menewaskan Andriana Yubelia Noven Cahya, siswi salah satu SMK di Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (8/1/2019) kemarin. Pelaku penusukan terhadap remaja putri berusia 18 tahun itu dinilai patut dihukum berat.

“Saya berharap pelaku segera tertangkap dan mendapat hukuman yang setimpal,” tutur Wakil Ketua Umum DPP Kartini Perindo, Ratih Gunaevy, saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Jika diamati dari kronologi peristiwanya, Ratih menduga pelaku penusukan sudah merencanakan aksi keji tersebut di saat situasi sedang sepi. Pasalnya, lokasi ditemukan jasad korban berada di gang sempit setelah aksi penusukan itu terjadi.

“Pelaku sudah mengintai korban dari beberapa waktu sebelumnya. Terlepas dari apakah mereka (pelaku dan korban) pernah menjalin hubungan atau cemburu maupun dendam atau hal lainnya. Membunuh atau menghabisi nyawa seseorang  tidak dapat dibenarkan,” kecam Ratih.

Untuk mencegah kejadian serupa, dia berharap disediakan fasilitas kamera pengawas di jalan-jalan, terutama yang sepi atau rawan tindak kejahatan. Langkah tersebut dilakukan demi memberikan rasa aman bagi setiap warga.

“Demi keselamatan, di gang-gang sempit atau jalan sepi yang sering digunakan sebagai jalan pintas perlu ada kamera pengintai atau CCTV guna memberi rasa aman bagi siapa pun pengguna jalan,” ujarnya.

Selain itu, Ratih meminta agar sistem keamanan cepat tanggap juga disediakan segera, sehingga dapat diakses masyarakat untuk menangani kondisi-kondisi darurat. Sistem yang dimaksud Ratih seperti nomor darurat 911 yang diterapkan di AS.

Menurut dia, sistem tersebut diyakini mampu mengurangi jumlah korban kekerasan atau tindak kejahatan di jalanan. “Saya kira perlu ada nomor darurat yang sewaktu-waktu diperlukan. Kita bisa mencontoh 911 Amerika Serikat dengan petugasnya yang siap sedia menangani kondisi-kondisi darurat selama 24 jam,” ucapnya.

Selasa (8/1/2019) kemarin, warga Bogor dikagetkan dengan penemuan jasad seorang remaja putri yang terkapar berlumuran darah. Siswi kelas III salah satu SMK di Bogor itu ditemukan tewas dengan pisau masih tertancap di bagian dada kirinya.

Kejadian penusukan terhadap Andriana Yubelia Noven Cahya terjadi di gang belakang Masjid Raya Kota Bogor, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, kemarin. Hingga kini, pihak kepolisian setempat masih menyelidiki kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi dan rekaman CCTV dekat lokasi kejadian.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut