Kasus Pencabulan, Pengobatan Alternatif Husen Alatas Diklaim Bisa Sembuhkan Berbagai Penyakit

Irfan Ma'ruf ยท Rabu, 18 Desember 2019 - 15:17 WIB
Kasus Pencabulan, Pengobatan Alternatif Husen Alatas Diklaim Bisa Sembuhkan Berbagai Penyakit

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Polda Metro Jaya telah menahan Husen Alatas (HA) diduga terkait kasus pencabulan dengan modus pengobatan alternatif. Berdasarkan pemeriksaan, pengobatan alternatif yang ditawarkan HA diklaim dapat menyembuhkan segala macam penyakit.

"Pengobatan alternatif ya secara tradisional, segala macam penyakit bisa disembuhkan lah menurut keterangan pelaku," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Rabu (18/12/2019).

Mantan kabid Humas Polda Jawa Barat (Jabar) ini mengatakan, HA diduga melakukan pencabulan saat praktik pengobatan alternatif di kediamannya Bekasi. "Di Bekasi, di tempat praktiknya karena setiap harinya kerjanya pengobatan tradisional," ujarnya.

Saat ini polis masih menelusuri pengobatan alternatif yang disuguhkan HA. Namun, Yusri mengungkapkan, pengobatan alternatif HA sudah dikenal masyarakat luas. "Belum tahu berapa lama, tapi ya katanya begitu," katanya.

Sebelumnya, Yusri mengatakan, kedok HA terbongkar setelah salah seorang perempuan melaporkan kejadian pecabulan saat berobat pada November 2019. Pecabulan dilakukan saat korban tertidur setelah dihipnosis.

"Pada saat proses pengobatan oleh yang bersangkutan, korban merasa seperti terhipnosis, sempat sedikit ngantuk dan tertidur. Pada saat itulah si pelaku melakukan suatu kejahatan pencabulan kepada si korban. Inilah korban tidak terima dan laporkan," katanya di Polda Metro Jaya, Rabu (18/12/2019).

Yusri mengatakan, korban merasa terhipnosis hingga terlelap tidur setelah melakukan beberapa perintah HA. "Dia dilakukan pengobatan dengan beberapa perintah yang dilakukan oleh yang berangkutan sehingga membuat korban ini merasa mengantuk. Pada saat mengantuk itulah pencabulan itu terjadi," ujarnya.


Editor : Djibril Muhammad