Kebakaran di Jembatan Besi Hanguskan Puluhan Rumah, Petugas Terluka

Rani Stones Sanjaya, Wildan Catra Mulia ยท Senin, 02 April 2018 - 02:35 WIB
Kebakaran di Jembatan Besi Hanguskan Puluhan Rumah, Petugas Terluka

Api berkobar membakar permukiman padat penduduk di Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, Minggu malam hingga Senin (2/4/2018) dini hari. (Foto: Twitter/Michel Johansen).

JAKARTA, iNews.id – Setelah berjibaku empat jam lebih, petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) DKI  Jakarta mulai berhasil memadamkan api yang melalap permukiman padat penduduk di Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat. Kendati demikian hingga Senin (2/4/2018) pukul 02.00 WIB, di beberapa titik api masih berkobar.  

Berdasarkan pantauan di lokasi, petugas dibantu warga terus berupaya memadamkan sisa-sisa api di reruntuhan rumah-rumah warga. Kebakaran hebat itu melanda sejak pukul 21.21 WIB, Minggu (1/4/2018) malam. Lokasi kebakaran berada di belakang pusat perbelanjaan Season’s City, tepatnya di RT12 RW 06, Jembatan Besi.

Sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa. Namun kerugian diperkirakan hingga ratusan juta rupiah. Sampai Senin dini hari ini, petugas terus menyisir rumah-rumah yang masih mengepulkan asap dan api.

”Status pemadaman tetap merah, artinya masih ada yang menyala. Namun api sudah dilokalisir,”kata Dendi, petugas DPKP DKI Jakarta dihubungi iNews.id, Senin (2/4/2018) dini hari. Dendi membenarkan bahwa tidak ada laporan korban jiwa. Kendati demikian, seorang petugas pemadam kebakaran terluka saat berjibaku memadamkan api. 

”Bapak Dadi Supriyatno dari Sudin DPKP Jakarta Pusat, kaki terkena paku saat memadamkan api. Sekarang dirawat di RSUD Tarakan,”ujarnya.

Mengenai jumlah rumah terbakar, Dendi mengaku belum ada data yang masuk. Para petugas masih di lapangan dan fokus memadamkan api. Berdasarkan data lapangan, rumah terbakar mencapai puluhan unit. "Ya, puluhan yang terbakar, tadi dari jam 8 malam lewat api berkobar,"kata Robert, warga setempat.

Kebakaran diduga berasal dari hubungan pendek arus listrik di salah satu rumah warga yang dijadikan usaha konveksi pakaian. Api dengan cepat berkobar besar dan melalap seluruh bangunan rumah.

Karena berada di permukiman padat penduduk, api menjalar ke bangunan-bangunan lain, termasuk rumah-rumah semipermanen. Banyaknya material mudah terbakar menjadikan kobaran si jago merah kian mengganas.

Sebanyak 21 unit mobil pemadam kebakaran (PMK) dikerahkan. Namun karena lokasi kebakaran di gang-gang sempit dan jauh dari sumber air menyulitkan upaya pemadaman. Sulitnya menjangkau titik api beberapa kali membuat selang air petugas PMK harus ditambah.


Kebakaran memicu kepanikan warga. Mereka pun berhamburan menyelamatkan diri. Warga kemudian turut berjibaku memadamkan api. Sebagian warga histeris mengetahui rumahnya hangus menjadi arang. ”Rumahku….. rumahku mana rumahku….,” teriak seorang perempuan menangis keras. Dia terus menjerit meski beberapa kerabat dan petugas mencoba menenangkannya.

Sejumlah netizen mewartakan kebakaran itu melalui akun Twitter. Michael Johansen, misalnya, memotret kebakaran itu dari ketinggian gedung. Api terlihat berkobar sangat besar. 

Kebakaran di Jembatan Besi hanya berselang tiga hari dari peristiwa serupa di Taman Kota, Kembangan, Jakarta Barat. Pada Kamis, 29 Maret 2018, sedikitnya 300 rumah ludes dilalap api. Penyebab kebakaran juga dari korsleting listrik.

Editor : Zen Teguh