Kisah Suaeb Bertahan Hidup saat Banjir Setinggi Leher Rendam Kebon Pala
"Nggak ada yang kebawa, cuma surat-surat doang," ucapnya lirih.
Saat ditanya nasib kulkas dan televisinya, ia hanya bisa pasrah.
"Tahu dah, TV di atas itu."
Kini, rumahnya terendam total. Untuk sekadar melepas lelah dan memejamkan mata, Suaeb harus menumpang di kediaman warga lain yang lebih aman.
"Tidur di rumah orang di bawah, di Gang 14. Numpang," katanya.
Tak hanya itu, ia harus menahan lapar hingga ada yang berbaik hati memberinya makanan. Sejak semalam, belum sebutir nasi pun ia makan.
"Malam dapat dari mana tuh, makan mie doang. Dikasih orang. Iya, baru mie doang, dari sore ya mie aja," ucap Suaeb.
Kendati demikian, Suaeb memiliki harapan sederhana untuk saat ini, yakni sebuah tempat pengungsian yang layak agar tidak lagi merepotkan orang lain.
"Ya kalau disediain (posko pengungsian) mah ya kita ngungsi. Ada mah enak," tandas Suaeb.
Editor: Puti Aini Yasmin