Korban Banjir di Kebon Pala Jatinegara Tinggalkan Pengungsian

Rizki Maulana ยท Jumat, 21 Februari 2020 - 14:03 WIB
Korban Banjir di Kebon Pala Jatinegara Tinggalkan Pengungsian

Warga Kebon Pala, Jatinegara membersihkan rumah masing-masing usai diterjang banjir. (Foto: iNews.id/Rizki Maulana)

JAKARTA, iNews.id - Hujan yang mengguyur Jabodetabek pada Kamis (20/2/2020) menyebabkan sekitar 487 warga di Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur mengungsi. Mereka tersebar di empat posko darurat bencana yakni aula Kantor Kelurahan, SMPN 26 Jakarta, Pos RW 07, dan Masjid Jami Ittihadul Ikhwan.

Saat ditemui di lokasi, Jumat (21/2/2020) warga RT 05 bernama Muhi (56) menjelaskan tinggi banjir yang melanda kawasan tersebut bervariasi mulai dari 60 sentimeter hingga satu meter. Dia mengaku sudah tiga kali kebanjiran selama dua bulan terakhir. Namun baru kali ini dia merasakan kedatangan banjir pada siang hari, tepatnya pukul 14.00 WIB.

"Selama dua bulan ini mengalami tiga kali banjir. Nah yang kemarin datangnya pukul 14.00 WIB. Biasanya malam," katanya.

Dia mengatakan, genangan air perlahan surut selepas salat Subuh. Jalanan baru benar-benar kering pada pukul 07.00 WIB. Menurutnya warga enggan berlama-lama di pengungsian agar tidak kehilangan barang-barang yang ditinggal di rumah.

Muhi menjelaskan banjir kemarin menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan, seperti pintu rumahnya jebol dan kaca jendela pecah. Menurut pantauan di lokasi, sejak pagi warga sibuk membersihkan air dan lumpur dari dalam rumah sebagai sisa banjir semalam.

Dia menegaskan warga di lokasi tersebut siap direlokasi ke tempat lain daripada terus menerus kebanjiran. Namun dengan catatan warga tidak dipungut biaya.

"Kita ini kalau digusur siap. Ikut saja sama program pemerintah, asal jelas daripada kita kebanjiran terus dan jangan sampai bayar lagi," ujarnya.

Sementara itu salah satu lokasi pengungsian yakni Masjid Jami Ittihadul Ikhwan sudah tampak kosong dari pengungsi. Pengurus masjid bernama Nanang (67) mengatakan pengungsi sudah kembali untuk membersihkan rumah masing-masing.

Sementara sejumlah sepeda motor milik warga diletakkan di masjid tersebut untuk mengantisipasi banjir susulan. Nanang mengatakan masjid tersebut siap menampung kembali pengungsi jika terjadi banjir lagi.

"Siang ini mau dipakai salat Jumat jadi untuk sementara mereka pulang ke rumah masing-masing," ucapnya.

Editor : Rizal Bomantama