KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Terganggu Pagi Ini, Penumpang Sempat Menumpuk
JAKARTA, iNews.id - Perjalanan Commuter Line (KRL) Rangkasbitung menuju Tanah Abang mengalami gangguan persinyalan di Stasiun Tigaraksa, Tangerang, Banten, Kamis (8/10/2026) pagi. Gangguan tersebut sempat menyebabkan kepadatan penumpang di sejumlah stasiun yang melayani perjalanan menuju Tanah Abang.
KAI Commuter menyampaikan gangguan terjadi pada perangkat persinyalan di Stasiun Tigaraksa. Informasi tersebut disampaikan melalui akun X resmi @CommuterLine pada pukul 06.32 WIB.
“Mohon maaf atas keterlambatan perjalanan Commuter Line Rangkasbitung sehubungan terdapat gangguan operasional pada perangkat persinyalan di Stasiun Tigaraksa dan dalam penanganan Petugas,” tulis KAI Commuter.
Selama proses penanganan berlangsung, pola perjalanan Commuter Line mengalami perubahan pada saat masuk dan keluar Stasiun Tigaraksa.
“Saat ini perjalanan Commuter Line mengalami pergantian masuk dan keluar Stasiun. Kami mengimbau kepada para pengguna untuk mengikuti arahan dan informasi dari petugas di lapangan,” ujarnya.
Petugas kemudian melakukan perbaikan terhadap perangkat persinyalan yang mengalami gangguan. Pada pukul 06.59 WIB, KAI Commuter menyatakan gangguan operasional tersebut telah selesai ditangani.
“Informasi lanjut gangguan operasional pada perangkat persinyalan di Stasiun Tigaraksa saat ini telah selesai penanganan,” kata KAI Commuter.
Setelah gangguan ditangani, perjalanan Commuter Line di lokasi sudah dapat melintas dengan kecepatan normal. Namun, keterlambatan perjalanan masih terjadi akibat kepadatan di lintas yang sedang diurai petugas.
“Perjalanan Commuter Line di lokasi saat ini dapat dilalui dengan kecepatan normal. Mohon maaf atas keterlambatan perjalanan sehubungan saat ini masih dalam proses penguraian kepadatan di lintas,” katanya.
KAI Commuter kemudian menyampaikan apresiasi kepada para pengguna atas kesabaran dan kerja sama selama gangguan persinyalan di Stasiun Tigaraksa ditangani.
“Terima kasih atas kesabaran dan kerja sama Rekan Commuters selama proses penanganan berlangsung.”
Editor: Puti Aini Yasmin