Masjid Bakal Dibuka Lagi, JK: Jangan Pakai Karpet, AC Dimatikan

Muhamad Fida Ul Haq ยท Rabu, 03 Juni 2020 - 04:04 WIB
Masjid Bakal Dibuka Lagi, JK: Jangan Pakai Karpet, AC Dimatikan

DMI meminta protokol kesehatan terkait Covid-19 dijalankan ketat jika masjid-masjid kembali dibuka. (Foto: ilustrasi/Antara)

JAKARTA, iNews.id – Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla meminta agar protokol kesehatan dijalankan secara ketat dan disiplin saat tempat-tempat ibadah nanti kembali dibuka. Khusus masjid, JK meminta agar jemaah membawa alas salat sendiri.

Pesan ini disampaikan JK jelang berakhirnya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah. Jika PSBB berakhir, tempat-tempat yang semua ditutup akan dibuka kembali, termasuk masjid.

“Penting diatur protokol kesehatannya, masjid selalu dijaga kebersihannya. Jangan pakai karpet, jamaah agar pakai masker, bawa alat salat sendiri dan masjid yang pakai AC agar jangan dipakai dulu. Buka jendelanya agar ada sirkulasi udara,” tutur JK di Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Menurut JK, protokol kesehatan lebih mudah diterapkan di masjid dibanding di tempat lain seperti mal dan pasar. Hal itu karena umat Islam ketika melaksanakan ibadah salat di masjid tidak memakan waktu lama, yakni rata-rata 30 menit.

Untuk itu JK berharap agar para pengurus masjid di seluruh wilayah Indonesia yang dinyatakan sudah aman, agar bisa mematuhi protokol kesehatan beribadah di masjid sebagaimana diatur dalam surat edaran DMI bernomor 104/PP-DMI/A/V/2020 tentang Edaran ke-III dan Jamaah dalam The New Normal.

Edaran tersebut mewajibkan jamaah memakai masker, membawa alas salat sendiri serta menjadi jarak. Bagi pengurus masjid untuk tidak menggelar karpet agar masjid mudah dibersihkan. Langkah-langkah ini diperlukan untuk menghindari penyebaran Covid-19.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang dimutakhirkan pada Selasa (2/6/2020), kasus terkonfirmasi positif di Indonesia bertambah 609 orang sehingga total menjadi 27.549. Penyebaran virus ini terjadi di 34 provinsi seluruh Indonesia.

Di DKI Jakarta, Gubernur Anies Baswedan telah mengumumkan PSBB yang berakhir pada 4 Juni menjadi fase menentukan. Jika masyarakat tak disiplin menjalankan protokol kesehatan, ada potensi PSBB diperpanjang. 

Editor : Zen Teguh