Tragedi di Tanjakan Emen

Mayoritas Korban Alami Patah Tulang dan Trauma

Annisa Ramadhani ยท Minggu, 11 Februari 2018 - 16:18 WIB
Mayoritas Korban Alami Patah Tulang dan Trauma

Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany menemui korban kecelakaan bus di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat, di RSUD Tangerang Selatan. (Foto: Okezone/ Hambali)

JAKARTA, iNews.id – Sebanyak 16 korban luka-luka dalam kecelakaan bus maut di Tanjakan Emen, Ciater, Subang, Jawa Barat sudah ditangani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang Selatan.

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Tangerang Selatan Imbar Umar Gazali  mengatakan, mayoritas korban menderita patah tulang di kaki dan tangan. “Umumnya trauma pada kepala, kalau di kaki dan tangan umumnya kasusnya patah tulang. Lalu yang meninggal demikian juga, tapi lebih fatal patahnya," jelas Imbar di RSUD Tangerang Selatan, Minggu (11/2/2018).

Yang jelas, kata Imbar, pascakejadian korban masih mengalami trauma psikis. Sehingga masih banyak korban yang syok dan belum banyak berbicara. Bahkan, ada yang hanya diam saja dan belum mau berbicara sama sekali.

Kecelakaan maut yang terjadi di Tanjakan Emen, menewaskan 27 orang. Sebanyak 26 dari 27 korban meninggal dunia dalam kecelakaan bus pariwisata adalah karyawan Koperasi Simpan Pinjam Pemata, Ciputat, Tangerang Selatan.
Satu korban lainnya merupakan pengendara motor asal Karawang yang tertabrak bus. Pengendara motor tersebut kemudian dipulangkan ke rumahnya di Karawang. "Satunya adalah warga Karawang yang motornya ditabrak oleh bus," katanya.

Imbar menjelaskan, korban luka yang dibawa ke RSUD Tangsel sebanyak 16 orang. Dua lainnya, masih dirawat di RSUD Subang. Dari keseluruhan korban luka dan meninggal, 95 persen adalah perempuan.

“Saya mengidentifikasi yang di rawat inap ada 14 orang, 1 di ICU, 1 di ruang isolasi," lanjut Imbar.

Para korban luka dilakukan penanganan oleh pihak rumah sakit dengan tindakan yang berbeda-beda. "Ada direposisi perawatan luka. Yang patah kita konsultasikan ke ortopedi, kemudian CT-Scan trauma kepala yang lagi di UGD," pungkasnya.


Editor : Azhar Azis