Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bangkit dari PHK, UMKM Roti Rumahan Berhasil Tembus Pasar Ekspor berkat BRI
Advertisement . Scroll to see content

Mengubah Limbah di Ibu Kota Jadi Kenang-kenangan yang Bermakna

Rabu, 02 Februari 2022 - 19:07:00 WIB
Mengubah Limbah di Ibu Kota Jadi Kenang-kenangan yang Bermakna
Sejumlah produk kerajinan yang dihasilkan oleh Artha Betawi Craft. (Foto: Ayi Fatmawati)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Menghiasi rumah dengan barang-barang pajangan atau ornamen membuat suasana rumah kian terasa hidup. Kehadiran hiasan dengan bentuk dan warna yang ceria pun dapat membawa energi positif bagi para penghuni rumah maupun tamu yang berkunjung.

Hal itulah yang dilakukan Artha  Betawi Craft. Lewat tangan-tangan yang cekatan, usaha rakyat ini menawarkan beragam hiasan cantik yang menawan hati. Ada tempat sendok dan garpu, gantungan dinding, jam meja, magnet alias tempelan kulkas, kotak kayu, gantungan kunci, dan masih banyak lagi. 

Desainnya menampilkan ikon ciri khas Ibu Kota, mulai dari motif Museum Fatahillah, ilustrasi Abang None Jakarta, hingga ondel-ondel yang melambangkan suku Betawi. Semuanya memberi kesan spesial dan amat layak dijadikan buah tangan atau kenang-kenangan penuh makna, khususnya buat para pelancong yang pernah singgah ke Jakarta. 

Artha Betawi Craft berdiri dan berproduksi sejak 2011. Usaha mikro ini bergerak dalam bidang kerajinan kayu untuk cinderamata. Produk kerajinan di sini dibuat dari barang daur ulang, khususnya limbah atau sisa-sisa potongan kayu. 

Melihat begitu banyaknya limbah kayu yang terbuang tidak terpakai di pasar-pasar tradisional, Ayi Fatmawati sang pemilik sekaligus pendiri usaha ini, terinspirasi untuk mengubah limbah tersebut menjadi produk yang bermanfaat dan  komersial.

“Kami lalu mencoba untuk memanfaatkan dan membuat kerajinan kayu suvenir yang berciri  khas Jakarta,” tutur Ayi kepada iNews.id, Selasa (1/2/2022).

Ayi menjelaskan, nama “Artha” yang dia sematkan pada UMKM ini berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti harta atau kekayaan. “Dalam pengertian yang lebih luas, nama itu dapat diartikan sebagai harta atau kekayaan dari suku Betawi yang harus dilestarikan,” ujarnya.

Lewat usaha yang dia rintis, perempuan itu berusaha memperkenalkan, mencapai visi dan misi, serta melestarikan budaya tradisional lewat hasil karya kriya yang bisa diterima oleh kalangan yang lebih luas.

Di bengkel seninya yang terletak di Jalan Terogong Nomor 22 RT 003 RW 006 Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Ayi mempekerjakan tiga karyawan. Dua di antaranya bekerja di bagian pengolahan kayu. Sementara satu orang lagi kebagian tugas menjahit.

Dalam sebulan, pendapatan rata-rata yang diraup Ayi dari penjualan kerajinan tersebut mencapai Rp8 juta. Namun, selama pandemi Covid-19, jumlahnya sempat menurun drastis jadi Rp1 juta–Rp2 jutaan.

Salah satu penyebabnya adalah pembatasan yang diberlakukan pemerintah, yang secara praktis membuat kunjungan wisatawan ke Ibu Kota pun ikut merosot. “Karena produk kami kerajinan suvenir kayu daur ulang, yang menampilkan ciri khas Jakarta, pas selama pandemi nge-drop (turun) tidak ada penjualan,” tuturnya.

Seiring menurunnya omzet, Ayi pun terpaksa merumahkan sementara para pegawainya. Namun, dia tak mau berlama-lama terjebak dalam situasi sulit itu. Perempuan itu pun berpikir keras bagaimana agar uang tetap berputar selama pandemi.

“Untuk sementara Harus beralih usahanya. Saya liat-liatin usaha apa yang cepet laku. Saya pun beralih jualan kuliner dan aneka snack,” katanya. 

Ayi pun merasa bersyukur, karena produk suvenir dan makanannya dilirik berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Jadi, selama pandemi saya tetap bertahan produksi suvenir dan  aneka snack,” ucapnya.

Atas dedikasi dan loyalitas memproduksi suvenir khas Jakarta dari limbah kayu daur ulang, Artha Betawi Craft diganjar sejumlah penghargaan. Di antaranya juara dua UKM Award untuk kategori produk ramah lingkungan dari Dinas Koperasi, Perdagangan, dan UMKM Pemprov DKI Jakarta. 

Pada 2019, usaha ini juga menjadi nominator Ibu Ibukota Awards, wadah apresiasi bagi para perempuan penggerak literasi yang digagas oleh Ketua PKK DKI Jakarta, Fery Farhati Ganis. Selain itu, Artha  Betawi Craft juga menjadi finalis III pada ajang Jakarta Souvenir Design Award (JSDA) yang diadakan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DKI Jakarta.

Pada 2021, produk-produk unggulan Artha Betawi Craft juga ditampilkan di ajang BRIlianpreneur. Sejak 2019 BRILianpreneur sudah menjadi pameran industri kreatif yang unik, menampilkan karya-karya UMKM terbaik Indonesia melalui berbagai instalasi seni yang memikat.

“Di tengah pandemi, UMKM paling terdampak secara ekonomi. BRI pun semakin menekankan komitmennya untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional melalui sejumlah langkah konkret yang difokuskan pada upaya pemulihan UMKM dengan mendorong mereka untuk ‘go digital’,” ujar Kepala Rumah BUMN BRI, Teguh Rahadian.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut