Motif Penyerangan Warkop di Tanah Abang Terungkap: Balas Dendam Berujung Pencurian
JAKARTA, iNews.id - Sekelompok orang menyerang warung kopi (warkop) di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Para pelaku yang menggunakan airsoft gun berhasil menggasak uang senilai Rp2 juta.
Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang, AKBP M Malau menungkapkan para pelaku awalnya tidak berniat mencuri. Mereka mau membalas dendam usai temannya dipukuli oleh seseorang yang dikira sedang nongkrong di warkop itu.
“Balas dendam antara temannya yang disakitin aja, antara temannya yang dipukul. Terus temannya ini ngadu, terus rombongan temannya datang nyerang gitu,” kata Malau, Senin (13/10/2025).
“Enggak ada hubungannya dengan warkop, warkop itu korban,” imbuhnya.
Warkop dan Toko Kosmetik di Jaksel Jual Obat Keras Tanpa Izin, 2 Orang Ditangkap!
Setelah tak menemukan orang yang menjadi sasaran di warkop itu, kata Malau, rombongan tersebut berubah tujuan jadi mencuri uang di warkop.
“Nah, itu dia makanya jadi kita jadinya 365, jadinya kan pencurian kekerasan, yang mau diserang bukan warung itu, dikira ada yang nongkrong di warung itu ternyata nggak ada. Tapi udah begitu ceritanya ada uang warung yang diambil mereka,” ungkapnya.
Viral Warkop di Deli Serdang Diserang Sekelompok Orang, Jadi Tontonan Warga
Diketahui, aksi penyerangan warkop tersebut terjadi pada Rabu (8/10/2025) dini hari. Dalam aksi itu, dua orang dilaporkan terkena tembak.
Kapolres Ultimatum Pemuda Serang Pengunjung Warkop di Deliserdang: Menyerah atau Saya Tangkap
Peristiwa penyerangan brutal itu terekam CCTV warkop dan viral di media sosial. Dalam rekaman, terlihat sejumlah orang berupaya mencegah gerombolan penyerang untuk datang.
Di warkop tersebut juga terlihat ada anak kecil laki-laki. Upaya pencegahan itu pun gagal.
Brutal, Video Viral Kelompok Pemuda Bersajam Serang Pengunjung Warkop di Deliserdang
Terlihat sejumlah pria yang mengenakan masker dan jaket hitam berlari ke arah warkop untuk menyerang.
Dalam video itu, terlihat pria yang mengenakan jaket hitam itu diduga menodong dan menembakan senjata api.
Editor: Rizky Agustian