Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Pemicu Ayah Biadab Banting Bayi 6 Bulan hingga Tewas di Tangsel
Advertisement . Scroll to see content

Musim Hujan, Tangsel Rawan Ancaman Pohon Tumbang 

Rabu, 29 September 2021 - 23:59:00 WIB
Musim Hujan, Tangsel Rawan Ancaman Pohon Tumbang 
Musim penghujan yang mengguyur Tangsel, menyebabkan pohon rawan tumbang (Foto: Ilustrasi/Ist)
Advertisement . Scroll to see content

TANGSEL, iNews.id  - Hujang angin yang beberapa kali melanda wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berdampak pula pada tumbangnya sejumlah pohon besar. Terakhir, seorang pengemudi terluka usai bagian atap mobilnya ringsek tertimpa pohon di Jalan Aria Putra, Ciputat, Rabu (29/09/21).

Bahkan pekan lalu, dua unit mobil ambulans pengangkut jenazah juga tertimpa batang pohon yang tumbang di Jalan Tekno Widya, Setu, 20 September 2021. Beruntung tak ada korban dalam kejadian itu.

Mengantisipasi itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kini berupaya melakukan pengawasan bagi keberadaan 6.000 pohon lainnya. Jika tidak, ancaman pohon tumbang bisa kembali terjadi manakala hujan dan angin kencang melanda.

"Sesuai tugas kita, maka tentu ke depan kita akan melakukan pemeliharaan. Totalnya ada sekira 6.000 pohon di Tangsel baik milik private atau umum," kata Kepala Seksi (Kasie) Pemulihan dan Pemeliharaan Lingkungan DLH Tangsel, Anton Wibawa.

Dia melanjutkan, pemeliharaan terhadap 6.000 pohon yang tersebar di berbagai wilayah Tangsel tak mudah. Lantaran Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki sangat terbatas, yakni hanya 15 personil. 

"Kalau personil hanya 15 orang, tapi kita juga sering dibantu dari bidang persampahan dan bidang taman. Ke depan Insya Allah kita sudah mengajukan tambahan SDM, sehingga kalau disetujui totalnya ada 34 orang," paparnya.

Dia menyebut, potensi tumbangnya pohon akibat terpaan angin kencang tak bisa diprediksi. Sebab, banyak juga pohon berusia tua justru tetap berdiri kokoh manakala hujan angin melanda.

"Kan kita juga nggak bisa memprediksi, apa karena faktor usianya, atau bagaimananya. Maka nya kita wajib melakukan pemeliharaan itu. Kalau nanti mengharuskan untuk ditebang, ya terpaksa harus ditebang," katanya.

Hingga saat ini, kata Anton, jumlah pohon-pohon itu terus bertambah seiring penyerahan aset fasos-fasum dari pengembang kepada pemerintah kota. Menurut dia, tanggung jawab pemeliharaan semakin berat bila tak didukung dengan penambahan SDM dan peralatan.

"Kan ini bertambah terus, fasos fasum yang diserahkan. Artinya kita juga harus didukung pula oleh SDM, sarana prasarana dan pendukungnya," tuturnya.

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut