Nyamar Jadi Pemulung, 3 Pemuda di Bekasi Bobol 15 Brankas

Abdullah M Surjaya ยท Jumat, 24 Juli 2020 - 13:36 WIB
Nyamar Jadi Pemulung, 3 Pemuda di Bekasi Bobol 15 Brankas

Ilustrasi penangkapan pencuri. (Foto: Okezone)

BEKASI, iNews.id - Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi meringkus dua pemulung yang membobol 15 brankas perusahaan di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Sindikat pembobol ini sempat menjadi buronan petugas.

Salah satu pelaku diamankan di Tasikmalaya, Jawa Barat. Kedua pelaku yang diamankan YN (36) dan AS (33).

Sedangkan satu pelaku lainnya yakni KN masih diburu keberadaanya."Mereka adalah pemulung yang kerap beraksi membobol brangkas hingga puluhan juta," kata Kepala Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan, Jumat (24/7/2020).

Menurutnya, tersangka YN ditangkap di Tasikmalaya, pada 10 Juli 2020, dan petugas menangkap AS di kontrakannya, Rawa Benteng, Setu, Kabupaten Bekasi, pada 12 Juli 2020. Ketiga pelaku dalam aksinya itu mengintai perusahaan-perusahaan yang lengah atas pengawasan.

Dalam satu tahun terkahir, sudah ada 15 perusahaan yang di bobol, terakhir perusahaan di Desa Cicau, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi pada 28 Juni 2020 lalu.

"Ada 15 perusahaan menjadi korban pencurian brankas berisi uang masing-masing puluhan juta," katanya.

Dalam aksinya, pelaku membobol dinding atau tembok belakang perusahaan dan menjebol jendela/pintu hingga merangsak masuk dengan leluasa. Targetnya adalah brankas dan barang-barang berharga perusahaan."Pelaku menyasar perusahaan yang lengah tidak ada sekuriti atau penjaga keamanan perusahaan," ucapnya.

Kepada penyidik, pelaku mengaku telah mendapati duit ratusan juta dari hasil curiannya. Hanya saja, duit sebanyak itu kini telah habis. Apalagi, mereka gunakan uang tersebut untuk berfoya-foya."Hasilnya mereka bagi rata dan digunakan untuk berpesta di beberapa tempat," ucapnya.

Dari penangkapan ini, polisi menyita barang bukti sepeda motor, satu buah brankas, satu buah ponsel, dan lain-lain. Para pelaku dijerat pasal 363 Ayat 1 Ke-4 KUHPidana dengan ancaman pidana 7 tahun penjara."Kami masih melacak keberadaan KN, petugas sedang bekerja di lapangan," katanya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq