OK OTrip Diluncurkan, Organda DKI Siap Remajakan Armada Angkutan Umum
JAKARTA,iNews.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan baru saja meluncurkan program One Karcis One Trip (OK OTrip) di Balai Kota Jakarta. Program penataan transportasi umum andalan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI itu mendapat dukungan berbagai pihak. Salah satunya Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta.
Ketua Organda DKI Shafruhan Sinungan mengatakan, sebagai bentuk dukungan, pihaknya segera menindaklanjuti dengan menggelar pelatihan bagi pengemudi kendaraan umum di Jakarta. Tujuannya agar lebih memberikan kenyaman bagi pengguna transportasi umum.
“Ada pendataan surat-surat kendaraan termasuk juga Surat Izin Mengemudi (SIM) sopir,” kata Shafruhan di Balai Kota Jakarta, Kamis (14/12/2017).
Selain itu, Organda juga berjanji segera melakukan peremajaan angkutan secara bertahap. Peremajaan armada meliputi interior dan eksterior kendaraan agar memenuhi standar pelayanan minimun.
“Nantinya angkutan bus kecil wajib menggunakan pendingin udara dan kursi menghadap ke depan semua,” ujar dia.
Menurut dia, sejauh ini ada sekitar 80 armada yang siap untuk mendukung program OK OTrip. Ke 80 armada itu mengakomodir trayek yang ada di empat wilayah administrasi di Provinsi DKI. Yakni, kawasan Jelambar Jakarta Barat, Duren Sawit Jakarta Timur, Warakas Jakarta Utara, dan Lebak Bulus Jakarta Selatan.
“Untuk itu akan dilakukan peremajaan armada secara bertahap,” kata dia.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, program OK OTrip ini merupakan penerapan sistem angkutan jalan yang saling terintegrasi antara trayek, layanan, manajemen, hingga pembayaran.
Selama uji coba program OK OTrip tiga bulan ke depan, pemprov akan menerapkan tarif promo Rp3.500 per tiga jam perjalanan. Artinya, pengguna transportasi umum hanya membayar Rp3.500 untuk sekali jalan selama tiga jam walaupun harus beberapa kali pindah kendaraan umum. Selanjutnya, kata Andri, pemprov akan mematok tarif normal Rp5.000 per tiga jam perjalanan setelah program uji coba selesai.
“Dengan program OK OTrip ini, pelanggan membayar secara non tunai untuk perjalanan menggunakan transportasi massal,” kata Andri di Balai Kota Jakarta, Kamis (14/12/2017).
Konsep yang diterapkan pemprov dalam program OK OTrip adalah One Man One Ticket (OMOT), yakni satu tiket hanya bisa diperuntukkan satu pengguna transprotasi umum atau tidak dapat digunakan secara bergantian. Sementara pembelian kartu OK OTrip bisa didapat di halte-halte Transjakarta dan outlet-outlet yang bekerja sama dengan PT Transjakarta.
“Sistem One Man One Ticket ini akan diimplementasikan di seluruh halte Transjakarta mulai 22 Desember 2017,” ucapnya.
Editor: Khoiril Tri Hatnanto