Pasca Kebakaran di Tambora, Warga Mulai Mengais Puing Bangunan

Yan Yusuf ยท Rabu, 12 Agustus 2020 - 12:45 WIB
Pasca Kebakaran di Tambora, Warga Mulai Mengais Puing Bangunan

Ilustrasi (Antara)

JAKARTA, iNews.id - Ratusan bangunan terdiri dari kios dan rumah terbakar hebat saat api melahap kawasan Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (11/8/2020). Usai kebakaran, sejumlah warga mulai memulung sejumlah barang di puing bangunannya yang terbakar.

Pantauan di lokasi Pukul 10.00 WIB, warga terlihat sedang mengais-ngais sisa puing kebakaran dari rumah mereka. Lokasi kebakaran ini hanya berjarak sekira 50 meter dari Stasiun Duri.

Dengan membawa serta karung, mereka mulai memunguti beberapa benda berharga. Beberapa kayu yang tak terbakar mulai di kumpulkan dan di tumpuk dekat lokasi kebakaran.

“Lumayan mas untuk bangun lagi,” kata Tato (37) warga sekitar lokasi, Kamis (12/8/2020).

Sebelumnya, kebakaran hebat kembali melanda kawasan Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (11/8/2020) malam. Akibat kejadian ini, 974 jiwa warga di empat RT terpaksa harus mengungsi.

Tato tak menyangka kebakaran hebat melanda kawasannya semalam tadi. Ia mengakui kala itu dirinya baru mau tidur, dengan sigap, dia kemudian menyelamatkan anak istrinya. Surat surat berharga harus rela terbakar.

Lurah Duri Selatan, M. Ghufri menerangkan, berdasarkan data sementara ada 113 rumah di tiga RT yang terbakar dan puluhan kios di Pasar Pos Duri yang berada berhimpitan di permukiman padat penduduk itu.

"Data sementara baru 113 rumah dari sekitar 250 KK dengan 685 jiwa. Kebakaran ini ada di tiga RT, yakni RT 01, 02 dan 03 di RW 5 itu yabg permukiman, tapi ada juga di RT 10, itu yang pasar. Untuk pasar lokasi pastinya belum ada, tapi perkiraan ada 25-30 kios yang terbakar," kata Ghufri di lokasi.

Ghufri mengatakan, untuk sementara para korban kebakaran itu diungsikan di empat lokasi, yakni aula Kelurahan Duri Selatan, rumah dinas lurah, Sekolah Damai dan ada juga di wilayah Duri Utara yakni di Sekolah Pelita.

Sementara itu, hingga kini masih belum bisa diketahui penyebab pasti dari kebakaran di permukiman padat penduduk ini.

"Kalau di masyarakat katanya listrik. Tapi ada juga saksi mata yang bilang ini kompor meleduk. Jadi masih belum pasti, kita tunggu dari polisi," kata Ghufri.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq